Polisi cek lokasi pengungsi kebakaran yang akibatkan empat korban jiwa di Koja

id Berita hari ini, berita riau terbaru, berita riau antara, kebakaran

Polisi cek lokasi pengungsi kebakaran yang akibatkan empat korban jiwa di Koja

Kepala Kepolisian Resor (Kapolres) Metro Jakarta Utara Komisaris Besar Polisi Gidion Arif Setyawan saat meninjau lokasi kebakaran di Jalan Cibanteng, Rawa Badak Utara, Koja, Jakarta Utara, Sabtu (4/11/2023) dinihari. (ANTARA/ HO-Humas Polres Metro Jakarta Utara)

Jakarta (ANTARA) - Kepala Kepolisian Resor Metro Jakarta Utara Komisaris Besar Polisi Gidion Arif Setyawan mengecek lokasi pengungsi kebakaran yang mengakibatkan empat korban jiwa di Jalan Cibanteng, Rawa Badak Utara, Koja, Sabtu dinihari.

"Di salah satu gang ada kebakaran, sekitar lima rumah yang terdampak dan ada korbannya. Saat ini yang masih dalam pencarian satu orang, yang tiga sudah ditemukan dalam kondisi meninggal dunia berada dalam satu rumah," kata Gidion dalam video yang dibagikan kepada wartawan di Jakarta Utara, Sabtu.

Gidion mengatakan korban meninggal dunia terdiri atas dua dewasa dan satu balita. Sementara total warga yang terdampak peristiwa itu sekitar 30 jiwa.

Korban jiwa langsung dibawa menggunakan mobil jenazah menuju rumah sakit untuk proses identifikasi. Sedangkan 27 orang lagi diarahkan untuk beristirahat di Madrasah Al-Bayyinah yang tak jauh dari lokasi kebakaran.

Petugas Badan Penanggulangan Bencana Daerah Provinsi DKI Jakarta langsung menyalurkan stok bantuan berupa terpal untuk alas tidur serta makanan dan minuman untuk memenuhi kebutuhan puluhan warga yang terdampak kebakaran.

Menurut data RW07 Kelurahan Rawa Badak Utara, Jumat, menyebutkan identitas korban jiwa diduga satu keluarga terdiri atas ayah Didik (40), ibu Anisa (35), anak perempuan Fatin (12) dan balita Fatih (5). Saat ini seluruh jenazah dibawa ke Rumah Sakit Polri Kramatjati untuk proses identifikasi.

Adapun kebakaran rumah penduduk berhasil dipadamkan sekitar pukul 22.11 WIB setelah Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan menurunkan sekitar lima unit pemadam ke lokasi sejak pukul 20.35 WIB.

Penyebab kebakaran sementara diduga berasal dari korsleting listrik. Namun polisi masih menyelidiki dugaan tersebut dengan menurunkan tim dari laboratorium forensik untuk mengolah tempat kejadian perkara pada Sabtu pagi.

Baca juga: BPBD: Kerugian akibat kebakaran hutan dan lahan di Bangka Belitung capai Rp150 miliar

Baca juga: SD Negeri 83 Pekanbaru terbakar