Inggris luncurkan paket selamat datang untuk bantu warga Hong Kong

id Berita hari ini, berita riau terbaru, berita riau antara, Hongkong

Inggris luncurkan paket selamat datang untuk bantu warga Hong Kong

Dokumentasi - Aktivis anti pemerintah berunjuk rasa dengan membawa spanduk dan bendera Dokumentasi: Union Jack di depan kantor Konsulat Inggris di Hong Kong, China, Rabu (23/10/2019). (ANTARA FOTO/REUTERS/Umit Bektas/wsj.)

London (ANTARA) - Inggris telah menjanjikan paket senilai 43 juta poundsterling (sekitar Rp858,7 miliar) untuk membantu orang-orang yang datang dari Hong Kong mendapatkan pekerjaan, rumah dan sekolah di bawah inisiatif yang memungkinkan jutaan orang dapat bermukim kembali.

Sejumlah warga Hong Kong memilih untuk pindah dan bermukim kembali di tempat lain setelah pemberlakuan undang-undang keamanan baru China di kota bekas koloni Inggris itu.

Baca juga: Amerika Serikat peringatkan China terkait Hong Kong

Perselisihan yang meningkat dengan Beijing mengenai reformasi di Hong Kong telah membuat Inggris membuka pintunya bagi lebih dari 5 juta orang, menawarkan mereka kesempatan untuk tinggal dan bekerja di negara itu dan akhirnya mengajukan permohonan kewarganegaraan.

Sebagian besar paket dana yang diumumkan pada Kamis itu akan digunakan oleh pemerintah daerah untuk program bantuan dengan dukungan bahasa Inggris dan biaya perumahan bagi para pendatang baru dari Hong Kong.

Pemerintah Inggris juga akan meluncurkan 12 kantor regional virtual untuk memberikan bantuan kepada pendatang untuk tugas-tugas, seperti mendaftar untuk layanan kesehatan dan sekolah.

Pusat-pusat kegiatan kedatangan (Welcome Hubs) itu juga akan memberikan saran bagi para pendatang dari Hong Kong tentang cara mendirikan bisnis di Inggris.

"Program ini akan memastikan pemegang status Nasional Inggris (Luar Negeri) dan keluarga mereka memiliki awal yang terbaik segera setelah mereka tiba, dan dukungan untuk membantu mereka menemukan rumah, sekolah untuk anak-anak mereka, serta kesempatan dan kemakmuran," kata menteri komunitas Inggris Robert Jenrick.

Inggris mengatakan undang-undang keamanan yang diberlakukan China dan reformasi demokrasi di Hong Kong telah melanggar ketentuan dalam perjanjian yang membuat kota semi-otonom itu dikembalikan ke China pada 1997. Para menteri Inggris mengatakan program visa adalah cara untuk menghormati pihaknya dalam kesepakatan 1997 itu.

China telah bereaksi dengan marah atas tawaran visa dari Inggris dan mengatakan pandangan Barat tentang tindakannya atas Hong Kong dikaburkan oleh informasi yang salah dan suatu sikap mabuk kekuasaan.

Sejak diluncurkan pada Januari, sekitar 27.000 orang telah mengajukan visa baru hingga 19 Maret. Meskipun perkiraan keseluruhan permintaan tidak pasti, pemerintah Inggris memperkirakan akan ada sekitar 258.000 hingga 322.000 pelamar visa selama lima tahun.

Program visa itu terbuka untuk 2,9 juta orang yang digolongkan sebagai warga Inggris (Luar Negeri) dan 2,3 juta tanggungan lainnya yang memenuhi syarat.

Status warga Inggris (Luar Negeri) adalah status khusus yang diberikan pemerintah Inggris secara spesifik berkaitan dengan Hong Kong.

Baca juga: Massa antipemerintah Hong Kong ricuh jelang pertemuan Xi Jinping dan Carrie Lam

Baca juga: Calon Anggota DPR RI Asal Malaysia Sosialisasi Hingga ke Hong Kong


Sumber: Reuters

Penerjemah: Yuni Arisandy Sinaga

Pewarta :
Editor: Vienty Kumala
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar