Pertamina Dumai produksi masker dan pelindung wajah karya narapidana

id korona dumai,covid-19 dumai,pertamina dumai,rutan dumai

Pertamina Dumai produksi masker dan pelindung wajah karya narapidana

Seorang warga binaan membuat masker kain di Rumah Tahanan (Rutan) Klas IIB Dumai di Dumai, Riau, Kamis (9/4/2020). (ANTARA/Aswaddy Hamid)

Dumai (ANTARA) - Pertamina RU II Dumaimemproduksi 1.000 masker kain nonmedis dan pelindung wajah hasil karya warga binaan Rumah Tahanan Klas IIB Dumai untuk menjaga kelangkaan alat pelindung diri bagi tenaga medis akibat penularan kasus COVID-19.

Humas Pertamina RU II Dumai Brasto Galih Nugroho mengatakan, pembuatan masker kain dan face shield ini kerjasama dengan Rutan untuk memberdayakan warga binaan.

"APD dan masker akan diberikan kepada pihak yang membutuhkan dalam menanggulangi COVID-19, baik ke pemerintah, rumah sakit, puskesmas, tenaga medis, maupun warga umum," kata Brasto, Rabu.

Dijelaskan, kondisi yang saat ini sedang dihadapi membutuhkan perhatian khusus dan sumbangsih nyata dari semua elemen masyarakat, tanpa terkecuali yang berada di dalam Rutan sekali pun.

Apabila masyarakat yang berada di dalam Rutan bisa memberikan kontribusi untuk penanggulangan Korona, maka masyarakat di luar diharap juga bisa memberikan bukti lebih meskipun hanya sebatas berdiam di rumah.

"Setiap individu harus bergerak bersama untuk mempercepat penanganan pandemi COVID-19 agar segera selesai, khususnya di Dumai," sebut Brasto.

Produksi masker kain juga membantu menjaga ketahanan stok masker medis yang lebih banyak dibutuhkan tenaga medis dan orang yang sakit.

Sementara, Kepala Rutan Klas IIB Dumai Yusup Gunawan sambut baik inisiatif Pertamina RU II dalam memberdayakan warga binaan untuk membantu memproduksi masker dan pelindung diri dalam upaya penanganan COVID-19.

"Kami mengapresiasi Pertamina telah memberikan kepedulian kepada binaan dengan mengajak kerjasama sehingga warga kami merasa didukung dan diperhatikan," kata Yusup.

Dalam kegiatan produksi masker dan pelindung wajah ini, setidaknya terlibat 50 orang warga binaan dengan memakan waktu hanya 5 hari.

"Warga binaan sangat antusias dan senang dalam pembuatan masker ini karena mereka merasa bisa memberikan manfaat bagi masyarakat luas dalam penanggulangan COVID-19," sebutnya.

Baca juga: 36.554 narapidana dan anak telah dibebaskan karena wabah pandemi COVID-19

Baca juga: Tiga narapidana Dumai langsung bebas terima remisi kemerdekaan