Bonsai ini harganya Rp50 juta. Apa keistimewaannya?

id bonsai kimeng, bonsai hokianti, floriculture 2019,bonsai

Bonsai ini harganya Rp50 juta. Apa keistimewaannya?

Ketua Perkumpulan  Penggemar  Bonsai Indonesia (PPBI) Kota Padang Abdul Malik memerkan bonsai hokianti pada Florikultura 2019 di Padang, Sabtu. (ANTARA/Ikhwan Wahyudi)

Padang, (ANTARA) - Bonsai seharga Rp50 juta dipamerkan di Festival Florikultura atau pameran tanaman hias yang digelar di Kompleks Kantor Balai Kota Padang, SumateraBarat, pada 6-9 September 2019.

"Untuk bonsai kimeng ini harganya mencapai Rp50 juta dengan usia mencapai 15 tahun," kata Ketua Perkumpulan Penggemar Bonsai Indonesia (PPBI) Kota Padang Abdul Malik di Padang, Sabtu.

Menurut dia, perawatan bonsai kimengtermasuk mudah karena cukup diberitanah campur pupuk dan pasir serta jarang sakit. "Tanaman ini termasuk bandel dan tidak terlalu rumit perawatannya," ujarnya.

Ia menyampaikan yang menjadi salah satu penentu harga adalah usia yang semakin tua. Bonsai bisa hidup sampai 200 tahun, semakin panjang umur kian mahal.

Tak hanya jenis kimeng, di ajang Florikultura 2019 juga dipamerkan bonsai jenis hokianti dengan harga mencapai Rp30 juta. Terkait dengan permintaan ia mengakui cukup banyak peminatnya bahkan ada pemesan dari Jerman.

Sebelumnya Wali Kota Padang Mahyeldi menyampaikan terima kasih khususnya kepada Kemenko Perekonomian dan Kementerian Pertanian yang telah memilih Kota Padang sebagai penyelenggara Florikultura dan Pedatani 2019. "Melalui kegiatan ini akan menjadikan kawasan Lubuk Minturun sebagai kampung bunga," katanya.

Ia menyebutkan Kota Padang memiliki sentra tanaman hias cukup besar di Kelurahan Lubuk Minturun, Kecamatan Koto Tangah. dengan 500 kepala keluarga berusaha di bidang tanaman hias.

"Pada 2010 kelompok tani Padang sudah pernah dua kali ekspor tanaman Raphis Excelsa ke Belanda. Namun karena keterbatasan petani dengan ketatnya aturan ekspor, kegiatan ini tidak berlanjut sampai sekarang," ujarnya.

Wali Kota berharap melalui even Florikultura Indonesia 2019 yang menghadirkan pelaku usaha tanaman hias dan pemangku kepentingan mulai dari pusat sampai ke daerah di Indonesia, dapat memajukan pelaku usaha tanaman hias sehingga bisa berdaya saing di ajang nasional bahkan internasional.

Baca juga: Peserta Kontes Bonsai Inhu Membludak

Baca juga: Pakar tanaman: pohon trembesi paling tinggi serap CO2