Begini bahaya kabut asap karhutla bagi penderita asma, lansia, dan anak-anak

id Dinkes Riau,kabut asap di pekanbaru,karhutla riau,berita riau antara,berita riau terbaru

Begini bahaya kabut asap karhutla bagi penderita asma, lansia, dan anak-anak

Pengendara sepeda motor menggunakan masker pelindung pernapasan ketika kabut asap karhutla menyelimuti Kota Pekanbaru, Riau, Selasa (30/07/2019). ANTARA FOTO/Rony Muharrman/foc.

Kota Pekanbaru (ANTARA) - Dinas Kesehatan Provinsi Riau mengimbau penderita asma, lansia dan anak-anak agar mengurangi aktivitas di luar rumah, untuk mengantisipasi terhirupnya asap akibat pembakaran hutan dan lahan di daerah ini.

"Bagi masyarakat beresiko tinggi menekan terhirup asap sebaiknya memang harus mengurangi aktivitas di luar rumah, jika masih perlu ke luar rumah sebaiknya memakai masker," kata Kabid Kesehatan Masyarakat, Dinkes Riau, Dedi Parlaungan di Pekanbaru, Rabu.

Imbauan tersebut disampaikannya terkait data Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Pekanbaru menyatakan jarak pandang di Kota Pekanbaru menurun menjadi tiga kilometer akibat kabut asap sisa kebakaran hutan dan lahan pada Rabu pagi, lebih pendek ketimbang jarak pandang pada Selasa pagi (30/7) yang masih sekitar empat kilometer.

Menurut dia, terkait informasi kondisi Kota Pekanbaru yang masih dikepung asap akibat pembakaran hutan dan lahan seharusnya sudah diinformasikan dengan jelas pada papan digital Indeks Standar Pencemaran Udara (ISPU) di depan kantor wali kota Pekanbaru tersebut.

Pengumuman tersebut penting, katanya, agar masyarakat bisa siaga lebih awal dan melindungi diri mereka agar tidak terpapar asap dan menderita ISPA.

"Barangkali yang perlu dikonfirmasi ke Dishub Kota Pekanbaru adalah keberadaan papan digital ISPU di depan kantor Wali Kota Pekanbaru tersebut, sepertinya tidak berfungsi sehingga masyarakat tidak mengetahui kondisi terkini terkait kondisi asap, " katanya.

Jadi alat tersebut, katanya, perlu segera diperbaiki agar data kondisi ISPU bisa terpantau dengan jelas dan update. Namun demikian, katanya lagi, untuk meliburkan anak sekolah tentu kebijakan ini dari kepala daerah setelah mendapat masukan dari Oragnisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait.

Sebelumnya Staf Analisis BMKG Stasiun Pekanbaru Yasir Prayuna, mengatakan jarak pandang di Kota Pekanbaru tiga kilometer. Kemarin, Kota Pekanbaru juga dikepung asap. Sedangkan di Kabupaten Pelalawan jarak pandang hanya dua kilometer.

Kondisi cuaca di Kota Pekanbaru kini yang telah terpapar asap tersebut mengakibatkan kalangan warga di daerah resah dan meminta gubernur Riau segera menindak tegas para pelaku pembakar hutan dan lahan, karena telah menimbulkan kabut asap dampaknya banyak warga yang mengalami inspeksi saluran pernapasan atas.