Begini nikmatnya jamaah asal Riau nikmati layanan bus shalawat ke Masjidil Haram

id bus shalawat,transportasi jamaah haji,pelayanan haji,haji 2019,CJH riau,berita riau antara,berita riau terbaru

Arsip Foto. Petugas haji Indonesia melakukan simulasi operasi bus shalawat pada Sabtu (13/7/2019) di Mekkah, Arab Saudi. Bus shalawat melayani sembilan rute dan beroperasi 24 jam tanpa henti serta gratis bagi jemaah haji Indonesia. ANTARA/Hanni Sofia/pri

Kota Pekanbaru (ANTARA) - Jamaah calon haji asal Provinsi Riau selama berada di Mekkah menikmati layanan bus gratis shalawatuntuk melakukan perjalanan dari pemondokan menuju MasjidilHaram dan sebaliknya.

"Tidak perlu menyewa kendaraan lagi selama di Mekkah, termasuk untuk melakukan umrah perdana di Masjidil Haram, karena bus shalawat siap melayani secara gratis," kata Pranata Humas Ahli Kantor Wilayah Kementerian Agama Riau Vethria Rahmi di Pekanbaru, Jumat.

Vethriamengutip laporan anggota Tim Pemandu Haji Daerah Provinsi Riau Eka Putra Nazir dan Rialis Muhammad Shalehyang menyebutkan bahwa pelayanan transportasi bagi jamaah Indonesia di Tanah Suci semakin membaik.

Bus shalawatberoperasi 24 jam untuk mengangkut jamaah hari dari hotel menuju masjid dan sebaliknya.

"Dengan tiga terminal utama serta sekitar 56 titik perhentian, bus ini juga dapat dimanfaatkan jamaah selama 24 jam," katanya.

Pada musim haji 1440H/2019, pemerintah Indonesia menyiapkan 450 bus yang melayani sembilan rute bagi jamaah yang hendak menuju atau pulang dari Masjidil Haram.

Pangkalan bus shalawatada di terminalSyib Amir, Bab Ali, dan Jiad. Setiap bus sudah ditempeli dengan nomor stiker rute untuk memudahkan jamaah haji.

Bus dengan nomor stiker 4 melayani rute Jamarat-Mahbas Jin-Bab Ali, bus bernomor stiker 5 melayani ruteSyisyah-Syib Amir, bus berstikernomor 6 melayani ruteSyisyah Raudhah-Syib Amir, dan bus bernomor stiker 7 melayani ruteSyisyah 1-Syib Amir.

Selain itu ada bus nomor 8 untuk rute Syisyah 2-Syib Amir, bus nomor 9 untuk ruteRaudhah-Syib Amir, bus nomor 10 untuk ruteJarwal-Syib Amir,bus nomor 11 untuk ruteMisfalah-Jiad, dan bus nomor 12 untuk ruteRea Bakhsy-Jiad.

"Karena hotel pemondokan Riau terletak di kawasan Syisyah 1, maka Riau kebagian rute bus nomor stiker 7. Ada sembilan unit bus yang beroperasi melayani 20 titik jemput," kata Vethria.

Menurut amatan petugas Tim Pemandu Haji Daerahdi lapangan, ia mengatakan, bus umumnya datang tepat waktu setiap 30 menit sekali.

"Jarak antara hotel JCH Riau dengan Masjidil Haram sekitar lima kilometer, diperlukan waktu sekitar 30 menit perjalanan," katanya.

Ia menjelaskan pula bahwa ada petugas haji yang khusus bertugas melayani transportasi jamaah, termasuk mencatat waktu kedatangan bus di titik-titik jemput dan berkoordinasi dengan sopir bus untuk memastikan keamanan dan keselamatan jamaah.

"Keselamatan barang-barang jamaah yang tertinggal di bus atau halte sangat terjamin," katanya.

Petugas, ia melanjutkan, akan menyimpan barang jamaah yang tertinggal di dalam bus di posko transportasi yang ada di setiap terminal. Jamaah yang barangnya tertinggal bisa mengambilnya di posko tersebut.

Kalau mengetahui identitas serta asal kelompok terbang pemilik barang yang tertinggal di bus, petugas akan mengirimkannyake pemondokan mereka.

Baca juga: Calon haji Indragiri Hilir wafat di Madinah

Baca juga: 445 Calhaj Bengkalis tiba di Madinah, begini ibadah yang mereka lakukan
Pewarta :
Editor: Febrianto Budi Anggoro
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar