Siaga karhutla, Kodim 0314/Inhil bentuk pasukan khusus

id Kodim 0314/Inhil, pencegahan karlahut,karhutla, kebakaran hutan

Siaga karhutla, Kodim 0314/Inhil bentuk pasukan khusus

apel kesiap siagaan penagglangan bencana Karlahut, di halaman markas Kodim 0314/Inhil, Kamis.

Tembilahan (ANTARA) - Komando Distrik Militer 0314/IndragiriHilir membentuk tim Pasukan Reaksi Cepat Penanggulangan Bencana (PRCPB) sebagai langkah awal penanggulangan dan pencegahan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di wilayah kabupaten tersebut.

Komandan Kodim 0314/Inhil Letkol Inf Andrian Siregardi Tembilahan, Kamis, menuturkan tim PRCPBterabut terdiri dadiunsur TNI, Basarnas, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), organisasi masyarakat, dan tim kesehatan.

“Kabupaten Inhil salah satu daerah di Provinsi Riau yang rentan terjadinya bencana Karhutla. Untuk itu, seluruh elemen dan stake holder yang terkait dituntut untuk siap siaga menghadapi dan menanggulangi kejadian tersebut,” tutur Letkol Inf Andrian Siregar usai memimpin pelaksanaan kegiatan apel kesiapsiagaan dalam menanggulangi bencana Karhutla, Kamis.

Dikatakannya, berbagai upaya dalam mencegah kebakaran hutan dan lahan telah dilakukan Kodim 0314/Inhil seperti pembuatan kanal blocking, pembuatan embung dan kolam-kolam penampungan air.

Selain itu, pihaknya juga telah melakukan upaya pencegahan lain seperti patroli terpadu yang dilakukan oleh para Babinsa di wilayahnya masing masing.

Dengan diselenggarakannya apel tersebut, dia berharap selalu ada kesiagaan dalam mengantisipasi dan mencegah bencana kebakaran hutan dan lahan, terutama kesiapan personel dan materiil.

Koordinasi intensif antarpemda dan unsur terkait lainnya juga tidak kalah penting dalam mengatasi masalah tersebut.

“Koordinasi intensif sangat penting agar bencana karhutlatersebut dapat kita atasi secepat mungkin secara bersama sama," tuturnya.

Provinai Riau dikenal sebagai daerah rawan bencana kebakaran hutan dan lahan di Indonesia selain SumateraSelatan dan Jambi.

Pewarta :
Editor: Riski Maruto
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar