Terkuak, Wenger sering tolak tawaran latih timnas Prancis

id Arsene Wanger,Arsenal,Timnas Prancis

Terkuak, Wenger sering tolak tawaran latih timnas Prancis

Arsene Wenger membawa trofi untuk final Coupe de La Ligue antara Strasbourg lawan Guingamp di Stade Pierre Mauroy, Villeneuve-d'Ascq, Prancis pada 30 Maret 2019.(REUTERS/PASCAL ROSSIGNOL)

Jakarta (ANTARA) - Mantan pelatih Arsenal, Arsene Wenger mengaku beeberapa kali menolak kesempatan untuk menjadi pelatih timnas Prancis selama masih menukangi Arsenal.

Pemain legendaris asal Prancis itu mengakhiri 21 tahun kariernya dengan The Gunners musim panas lalu dan belum melatih klub atau negara lain sejak itu, meski ia diperkirakan segera kembali ke dunia yang membesarkan namanya tersebut.

Wenger mengakui bahwa ia memiliki banyak peluang untuk meninggalkan klub London Utara dan menerima pekerjaan dalam melatih tim negara asalnya.

Namun, ia menolak tawaran Les Bleus karena masih bahagia di Emirates saat itu dan ia mengatakan bahwa timnas saat ini berada di tangan yang tepat di bawah pelatih Didier Deschamps.

"Hari ini, saya merindukan terlibat dalam sebuah kompetisi dan pada saat yang sama, saya ingin menghabiskan waktu bersama orang-orang yang saya cintai dan karier kepelatihan benar-benar membuat saya lupa diri," kata Wenger kepada Le Parisien yang dilansir Mirror online.

"Bahkan ketika saya secara fisik bersama orang yang saya cintai, tetapi pikiran saya di sana."

"Saya bisa menjadi pelatih timnas Prancis. Saya telah ditawari pekerjaan itu beberapa kali, tetapi saya lebih menyukai pekerjaan saya (di Arsenal)."

"Saat ini, Les Bleus berada di tangan yang sangat tepat, (Didier) Deschamps melakukan pekerjaan yang sangat baik dan tidak ada alasan untuk menggantikannya."

Wenger telah dikaitkan dengan posisi pelatih di Paris Saint-Germain (PSG) sejak meninggalkan Arsenal, tetapi ia juga dilaporkan mendapatkan tawaran untuk mengisi sebuah posisi di FIFA.

"Saya tidak tahu apakah saya akan datang ke PSG suatu hari," katanya saat merespons rumor-rumor itu.

"PSG memiliki tim yang hebat, tetapi mereka memiliki semacam kutukan di Liga Champions dan mereka memiliki satu rintangan terakhir untuk diatasi, tetapi mereka akan melakukannya suatu hari."

"Kita harus memberi mereka waktu, tetapi kita harus mengakui bahwa tahun ini ada ketidaksabaran yang berlebihan dari para pendukung."
Pewarta :
Editor: Riski Maruto
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar