Selamat datang kembali Zidane, Begini fakta kembalinya ke Madrid

id real madrid,zinedine zidane

Arsip foto. Pelatih Real Madrid Zinedine Zidane. (Antaranews)

Pekanbaru (ANTARA) - Real Madrid secara resmi mengumumkan mereka telah menunjuk kembali pelatih berkebangsaan Prancis, Zinedine Zidane, untuk menggantikan Santiago Solari. Pria berkepala plontos itu bukan sosok baru bagi Madrid, karena sudah pernah sukses sebagai pemain dan pelatih di klub itu.

Begini fakta yang mengiring “come back” Zidane ke Madrid yang dirangkum Antaranews.

1. Dikontrak Tiga Tahun

Real Madrid memecat Santiago Solari karena penampilan buruk klub di laga-laga semua kompetisi. Pernyataan itu disampaikan lewat laman resmi Madrid pada Selasa dini hari WIB, yang juga menyebutkan Zidane bakal diikat kontrak hingga 30 Juni 2022.

"Real Madrid berterima kasih kepada Solari atas kerja keras, komitmen dan loyalitas yang diperlihatkannya kepada tim," demikian dalam pernyataan resmi klub.

Ini merupakan pergantian pelatih kedua Madrid dalam musim 2018-2019, setelah sebelumnya mereka juga memecat Julen Lopetegui yang hanya bertahan beberapa bulan.

Baca juga: Ditundukkan Ajax 4-1, Real Madrid terdisih dari Liga Champions

Di tangan Solari, Madrid terhenti di semifinal Piala Raja, tersingkir dari putaran 16 besar Liga Champions dan saat ini berada di urutan ketiga klasemen dengan koleksi 51 poin terpaut 12 poin dari musush bebuyutan mereka Barcelona (63) yang berada di puncak.

Zidane sebelumnya mundur dari kursi pelatih Madrid pada akhir musim 2017-2018 usai mempersembahkan satu gelar Liga Spanyol dan raihan three-peat Liga Champions alias menjuarainya tiga musim beruntun.

2. Madrid kehilangan Zidane dan Ronaldo

Arsip foto. Cristiano Ronaldo saat masih bermain di Real Madrid (Antaranews)


Real sebenarnya sudah menghadapi kesulitan saat menjalani fase baru tanpa kehadiran Cristiano Ronaldo dan Zinedine Zidane sejak 2018. Satu pertandingan yang sangat terlihat mengecewakan adalah pada Agustus tahun lalu ketika kalah di derby dengan skor 2-4 dari rival sekota Atletico Madrid pada Piala Super UEFA.

Real, yang saat itu diarsiteki mantan pelatih timnas Spanyol Julen Lopetegui, terlihat lebih kuat dan licin dibanding Atletico pada sebagian besar jalannya permainan namun gagal untuk memaksimalkannya, sesuatu yang kontras dengan banyak pertandingan besar saat masih dilatih Zidane, ketika mereka akan mampu mendulang kemenangan meski tidak menampilkan performa terbaik.

Di atas segalanya, Real kehilangan sosok tajam dalam diri Ronaldo, pencetak gol terbanyak sepanjang masa mereka yang pada bulan Juli 2018 mengakhiri pengabdian sembilan tahun bertabur gelarnya untuk bergabung dengan juara Italia Juventus. Tiga penyerang tersisa Real, yakni Gareth Bale, Marco Asensio, dan Karim Benzema merupakan para pemain dengan penuh talenta namun mereka kurang memiliki kualitas-kualitas inspiratif seperti yang dimiliki sang bintang Portugal yang telah hengkang.

3. Puasa Gelar

Real Madrid dipastikan puasa gelar pada musim ini menyusul kekalahan beruntun di semua ajang kompetisi. Kekalahan menyakitkan Real terjadi pada pekan lalu ketika harus rela menyerahkan mahkota juara klub Eropa mereka, setelah dihancurkan Ajax 1-4 di laga leg kedua.

Kekalahan itu membuat bek mereka Dani Carvajal mengakui bahwa timnya menjalani sebuah musim yang sangat mengecewakan. Kekalahan tersebut membuat beberapa pemain Real Madrid terkejut dan sulit menerima kenyataan, yang terlihat oleh sikap Carvajal di zona wawancara.

Bek tim nasional Spanyol itu hampir menangis, seperti juga beberapa rekan timnya saat peluit panjang dibunyikan.

"Saya tidak pernah merasakan sakit seperti ini," ungkapnya. "Saya tidak tahu bagaimana menjelaskannya."

Pemain Real Madrid tampak lesu saat kemasukan gol keempat oleh Ajax di leg kedua Liga Champions. (Antaranews/REUTERS/SERGIO PEREZ)


Ajax mempermalukan juara bertahan Eropa itu dengan skor yang cukup telak pada Rabu dini hari (06/3), dengan Frenkie de Jong dan Dusan Tadic memainkan peran utama bagi raksasa Belanda tersebut.

"Kami menjalani musim yang sangat buruk," kata Carvajal kepada Movistar Plus yang dilansir Marca usai pertandingan.

"Saya tidak melihat ini sebagai akhir dari sebuah siklus. Kami memiliki tim muda, tetapi jarak untuk memperbaiki tim sangat besar; kita harus menghadapi itu dan tidak menghindar."

Baca juga: Bek Real Madrid Nacho Fernandez yakin siklus sukses Madrid belum berakhir

Dua kekalahan oleh Barcelona sebelum melawan Ajax telah membuat Liga Champions sebagai satu-satunya peluang realistis trofi untuk Los Merengues, tetapi Carvajal sekarang menerima kenyataan bahwa musim ini Real Madrid bisa puasa gelar.

"Dalam satu pekan, kita kehilangan segalanya," jelas bek asal Spanyol itu. "Kita tidak bisa mencari alasan malam ini. Lawan kami bermain lebih baik dan pantas untuk maju."

4. Sikap buruk Solari

Mantan pelatih Rael Madrid yang baru saja dipecat, Santiago Solari. (ANTARA/REUTERS/Juan Medina)


Real Madrid tidak hanya menyalahkan kekalahan demi kekalahan klub itu pada kemampuan Solari melatih tim, melainkan juga pada sikapnya yang tidak bisa menanggung kesalahan sebagai menajer.

Saat masih menukangi Real Madrid, Santiago Solari mulai mencari-cari kambing hitam untuk rentetan hasil buruk yang diderita tim raksasa Spanyol itu dalam periode 10 hari terakhir.

Menurut Solari, sejumlah kecil pemain Madrid tampil di bawah level performa yang diharapkan.

Ironisnya, sebagaimana dilansir Reuters, pernyataan itu dilontarkan Solari setelah ia terlambat lebih dari satu jam dalam konferensi pers pralaga jelang pertandingan pekan ke-27 Liga Spanyol di kandang Real Valladolid.

"Mayoritas pemain tampil sesuai yang diharapkan, tapi sebagian lainnya tidak, dan saya sudah menyampaikan hal ini secara personal kepada mereka," kata Solari dalam jumpa pers tersebut, usai meminta maaf atas keterlambatannya.

Zinedine Zidane saat menetap trophy Liga Champions. (ANTARA/REUTERS/Andrew Boyers)


Selamat tinggal Solari, selamat datang kembali Zinedine ‘Zizou’ Zidane.

Baca juga: Ronaldo Kembali ke Old Trafford Hadapi Mantan Klubnya

Baca juga: Lionel Messi dipanggil Timnas kembali untuk bela Argentina


Pewarta :
Editor: Febrianto Budi Anggoro
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar