Pemaksimalan Fungsi Kampung KB 2018 Akan Didukung Alokasi Anggaran Desa

id pemaksimalan fungsi kampung kb 2018 akan didukung alokasi anggaran desa

Pemaksimalan Fungsi Kampung KB 2018 Akan Didukung Alokasi Anggaran Desa

Pekanbaru (Antarariau.com) - Pengembangan Kampung KB di Provinsi Riau untuk 2018 akan didukung oleh Alokasi Anggaran Desa (ADD) dalam membantu memenuhi kebutuhan seperti pembangunan jalan desa dan MCK.

"Dengan cara ini keberadaan Kampung KB akan maksimal dalam mengatasi masalah kependudukan," kata Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Riau Agus Putro Proklamasi di sela seminar "Parameter pengendalian kuantitas penduduk dan workshop penetapan parameter kependudukan bagi mitra kerja, di Pekanbaru, Rabu.

Pada acara ini juga dilantik pengurus Koalisi Muda Kependudukan Provinsi Riau masa bhakti 2017-2021.

Menurut Agus, sejak dicanangkan oleh Presiden Joko Widodo pada 14 Januari 2016, Kampung KB terus tumbuh pesat. Semangat membentuk dan mendirikan Kampung KB di seluruh Nusantara telah menghasilkan ratusan Kampung KB.

Ia mengatakan, sejak 2016 dilakukan pencanangan maka Kampung KB terbentuk pada 10 kabupaten dan kota, hanya tinggal dua daerah lagi yakni di Kabupaten Siak dan Kabupaten Kampar.

Pada 2017, katanya, Perwakilan BKKBN Provinsi Riau sudah mendorong operasional serta memfasilitasi Kampung KB yang dilanjutkan dengan kegiatan pembinaannya.

"Ditargetkan tiap kecamatan akan dibangun satu Kampung KB. Dan kini keberadaan Kampung KB di Kecamatan 50 Kota Pekanbaru, yang dicanangkan oleh Gubenuer Riau tahun 2016 kini sudah bisa menjadi percontohan pengembangan Kampung KB ideal untuk Riau," katanya.

Ia menjelaskan, targetnya pada 2017 terdapat satu Kampung KB di setiap satu kecamatan di Riau. Keberadaan Kampung KB, kedepannya akan menjadi ikon program kependudukan, KB dan Pembangunan Keluarga (KKBPK). Kehadiran Kampung KB bertujuan meningkatkan kualitas hidup masyarakat di tingkat kampung atau yang setara melalui program KKBPK serta pembangunan sektor lain dalam rangka mewujudkan keluarga kecil berkualitas.

Prinsipnya, katanya lagi, program KKBPK mewujudkan keluarga kecil bahagia sejahtera dengan melaksanakan delapan fungsi keluarga. Penerapan fungsi keluarga ini membantu keluarga lebih bahagia dan sejahtera, terbebas dari kemiskinan, kebodohan dan keterbelakangan.

"Sedangkan keberhasilan program KKBPK dapat dilihat dari beberapa aspek, pertama, aspek pengendalian kuantitas penduduk, kedua, aspek peningkatan kualitas penduduk yang dalam hal ini diukur dengan peningkatan ketahanan dan kesejahteraan keluarganya," katanya.