Pekanbaru (Antarariau.com) - Sebanyak 1.106 peserta rombongan calon haji asal Kota Pekanbaru siap diberangkatkan tanggal 31 Juli 2017 ke tanah suci setelah semua proses tahapan dilalui dan kelengkapan administrasi tuntas.
"Cek kesehatan sudah selesai, administrasi hampir tuntas terutama visa mereka," kata Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Pekanbaru Edwar S Umar kepada antara di Pekanbaru, Rabu.
Ia menyatakan tahapan terakhir yakni penerbitan visa bagi Jemaah Calon Haji sudah tinggal penyelesaian sedikit lagi diperkirakan dua hari sebelum berangkat akan tuntas.
"Tahapan saat sekarang pemberkasan untuk visa, di pemerintahan Arab Saudi masih belum bisa diumumkan karena belum selesai 100 persen," ujarnya.
Edwar merinci dari total rombongan haji asal Pekanbaru 1.106 orang itu CJH sebanyak 1085 orang, Ditambah 10 Tim Petugas Haji Daerah (TPHD), sembilan Tim Kesehatan Haji Indonesia (TKHI), dan dua Tim Pembimbing Ibadah Haji Indonesia (TPIHI).
Jumlah yang berangkat haji tahun ini bertambah dibandingkan tahun lalu sebanyak 60 orang.
"Kalau tahun lalu jumlah JCH Pekanbaru hanya 1.025 kini naik menjadi 1.085," imbuhnya.
Sementara itu Kepala Bidang Pencegahan, pengendalian penyakit menular (P2P) Dinas Kesehatan Pekanbaru Yanti menyatakan proses pemeriksaan JCH sudah selesai sebanyak dua tahap tingga pembagian buku.
"Tahapan kesehatan sudah selesai kini tinggal menyelesaikan administrasi dan buku hajinya diserahkan saat keberangkatan di Mesjid Annur," kata dia.
Menurut dia pemeriksaan Calon Jemaah Haji Pekanbaru terbagi dua tahap pertama di Puskesmas untuk mendeteksi resiko penyakit menular.
Jadi kalau ada jemaah yang terdeteksi TBC dengan tahap pertama di Puskesmas bisa langsung diobati dengan pemberian obat sehingga saat pemeriksaan tahap dua hasilnya sudah negatif bisa diberangkatkan. Karena pemeriksaan ini sudah dimulai beberapa bulan sebelum tahap dua
"Tahap dua sebulan sebelum berangkat ke tanah suci yakni 6 juli lalu sudah dilakukan pemeriksaan di Puskesmas Simpang Tiga," bebernya.
Dari hasil pemeriksaan kesehatan itu diperoleh tujuh jemaah batal berangkat karena gangguan kesehatan beragam menderita penyakit jantung, ginjal yang mengharuskan cuci darah rutin, hingga kehamilan.
"Dari 1.085 JCH yang harus berangkat tujuh gagal karena sakit yang tidak bisa ditoleransi," katanya menambahkan.