Pekanbaru (ANTARA) - Dalam upaya memperkuat kinerja dan reformasi birokrasi menuju target 2025, Staf Khusus Menteri bidang Isu Strategis, Heru Dwi Pratondo, bersama Tenaga Ahli Menteri, Rahmad Wahyudi, melakukan kunjungan kerja ke sejumlah UPT Imigrasi dan Pemasyarakatan di Kota Dumai, termasuk Kantor Imigrasi Kelas I TPI Dumai yang kini hampir meraih predikat "WBBM" dari KemenPAN RB.
Kunjungan disambut dengan prosesi adat pemakaian 'tanjak' oleh Kepala Kantor Imigrasi Ruhiyat M Tolib, dilanjutkan yel-yel WBBM sebagai simbol semangat pelayanan prima. Rombongan meninjau langsung berbagai layanan, mulai dari "paspor, izin tinggal, intelijen, hingga penindakan keimigrasian", bahkan mendengarkan testimoni masyarakat yang memberi apresiasi positif atas kualitas layanan.
Dalam kesempatan itu, Imigrasi Dumai juga memperkenalkan sederet "inovasi pelayanan publik" yang memberi dampak nyata bagi masyarakat, antara lain:
- SIDUMAKU: Layanan paspor berbasis kolaborasi dengan UMKM lokal.
- SITARI : Penyediaan pakaian sopan bagi pemohon paspor.
- LARISA : Layanan pengambilan paspor di hari Sabtu.
- PANTUN : Layanan tetap tersedia saat jam istirahat.
- GAMBUS & PAPADILA : Layanan jemput bola dan antar paspor bagi lansia, difabel, serta pemohon sakit.
- PESATT : Sistem informasi tanggap cepat.
- DRIVE THRU: Pengambilan paspor tanpa turun kendaraan.
Rangkaian kunjungan diakhiri dengan pemeriksaan keimigrasian penumpang 'rute Port Dickson–Dumai' di Pelabuhan Internasional Dumai, serta peninjauan ke 'Rutan Kelas IIB Dumai' dan 'Balai Pemasyarakatan Kelas II Dumai'.
Heru Dwi Pratondo menegaskan, kegiatan ini merupakan langkah strategis untuk memperkuat kepercayaan publik sekaligus memantapkan target Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan dalam meraih predikat "WBK dan WBBM" pada 2025.