Mengenal virus EEHV yang jadi penyebab kematian anak gajah di Kampar

id Anak gajah Sumatera mati,Gajah mati

Mengenal virus EEHV yang jadi penyebab kematian anak gajah di Kampar

BBKSDA Riau saat memperlihatkan kondisi Damar yang ditemukan mati akibat virus EEHV. (ANTARA/Annisa Firdausi)

Pekanbaru (ANTARA) - Anak gajah Sumatera bernama Damar yang mati di Taman Wisata Alam Buluh Cina, Kampar dipastikan mati akibat Elephant Endotheliotropic Herpes Virus (EEHV). Hal ini dibuktikan dengan hasil laboratorium di Kota Bogor.

Dokter hewan Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau Rini Deswita di Pekanbaru, Rabu, menjelaskan seperti namanya, EEHV merupakan jenis virus herpes yang hanya menjangkit gajah dan menyerang lapisan pembuluh darahnya.

"EEHV bukan lagi sesuatu yang baru bagi pemerhati gajah di Sumatera. Anak gajah memang lebih rentan terkena lantaran imunitasnya belum terbentuk," terang Rini kepada awak media.

Selain itu, dikatakan Rini, hingga kini obat untuk virus ini belum ada. Pencegahan dapat dilakukan dengan pemberian vaksin, namun itu hanya untuk meningkatkan imun.

Senada, Kepala BBKSDA Riau Genman S. Hasibuan, menerangkan virus ini sebetulnya bukanlah hal baru di Riau. Sebelumnya tercatat sudah tiga kali kematian gajah dengan penyebab serupa.

Virus ini memang sampai sekarang sulit dideteksi dan umumnya memang menjangkit anak gajah yang masih berusia di bawah 12 tahun. Tercatat hampir 70 persen anak gajah yang terjangkit virus ini mengalami kematian.

"Indikasi atau gejala terhadap gajah yang terjangkit tidak ada. Namun kalau sudah terjangkit, dalam waktu 24-48 jam gajah dapat mengalami kematian apabila imunitasnya tidak kuat," tutur Genman

Oleh karena itu, pihaknya terus mengupayakan untuk meningkatkan imunitas anak gajah sehingga tak langsung menyebabkan kematian saat terjangkit EEHV.

Selain itu, pihaknya juga berencana akan memisahkan anakan gajah dengan gajah dewasa. Kemudian perawat gajah harus betul-betul disiplin dalam kebersihan lingkungan terutama kotoran gajah.

"Upaya lain yaitu dengan memberikan vitamin ke gajah secara terus-menerus serta memberi makanan yang bernutrisi sehingga imunitas anak gajah tinggi," pungkasnya.