Turut prihatin, mahasiswa UNRI galang dana untuk korban banjir Malang dan Kalbar

id UNRI

Turut prihatin, mahasiswa UNRI galang dana untuk korban banjir Malang dan Kalbar

Seorang mahasiswa Himaprostpek Universitas Riau turun ke jalan menyodorkan kotak untuk menggalang dana bagi korban banjir Malang dan Kalbar, Kamis (25/11). (ANTARA/dok)

Pekanbaru (ANTARA) - Himpunan Mahasiswa Program Studi Pendidikan Kimia (Himaprostpek) Universitas Riau turun ke jalan di Kota Pekanbaru, selama beberapa hari ini, menggelar aksi penggalangan dana bagi korban banjir bandang di Malang dan Kalimantan Barat.

"Penggalangan dana dilakukan sebagai bentuk rasa kemanusiaan dan simpati terhadap kondisi korban banjir bandang di dua provinsi itu, dengan cara memberi donasi melalui koordinasi dengan lembaga mahasiswa melalui rekening dan turun ke jalan untuk penggalangan dana," papar Humas HimaprostpekUniversitas Riau, Novia Wanda di Pekanbaru, Kamis (25/11).

Wandamengatakan aksi kemanusiaan itu sudah digelar sejak Selasa (23/11) hingga Kamis (25/11). Mahasiswa Program Studi Pendidikan Kimia Universitas Riau melakukan penggalangan dana di Simpang 4 Delima, Lobak dan perempatan lampu merah Arifin Ahmad (Jl Soekarno-Hatta) dimulai pukul 16.00-17.30 WIB.

Caranya, kata Novia, mahasiswa menyodorkan kotak sumbangan kepada satu per satu pengendara yang berhenti di jalan saat lampu merah untuk turut memberikan sumbangan berupa uang guna meringankan saudara kita korban banjir.

"Jumlah dana yang terkumpul mencapai di Himaprostpek Rp835.100 dan selanjutnya dana tersebut akan disalurkan kepada korban bencana melalui BEM Universitas Riau hasil gabungan semua organisasi selingkungan kampus UNRI," katanya.

Sementara Mahmud Khairiselaku Bupati Mahasiswa Pendidikan Kimia UNRI berharap bantuan sedikit dari kami ini dapat meringankan dan membantu saudaranya di Malang dan KalimantanBarat

"Kita apresiasi teman teman mahasiswa program studi Pendidikan Kimia yang telah meluangkan waktunya untuk mengikuti kegiatan galang dana ini. Semoga kegiatan ini dicatat sebagai amal jariah," ujar Mahmud.

Mengutip laman Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB),Plt Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari mengatakan, bencana banjir di Sintang berdampak di 12 kecamatan. Sebanyak 140.468 jiwa terdampak banjir, dan dua warga meninggal dunia.

BPBD Kabupaten Sintang mencatat, kurang lebih 35.117 rumah terendam banjir hingga 300 sentimeter, 5 unit jembatan rusak berat, dan beberapa sarana-prasarana umum lainnya juga terdampak banjir.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Malang menyatakan setidaknya 600 keluarga terdampak bencana banjir bandang yang terjadi di Kota Batu dan berdampak pada wilayah Kota Malang, Jawa Timur. Kepala BPBD Kota Malang Alie Mulyanto mengatakan bahwa dari total sebanyak 600 keluarga tersebut ada sebanyak 1.050 warga yang terdampak banjir bandang yang terjadi pada Kamis (4/11) tersebut.

Alie menjelaskan, selain berdampak terhadap ribuan warga Kota Malang tersebut, banjir juga menyebabkan tujuh unit rumah mengalami kerusakan, dan dua rumah hanyut diterjang derasnya aliran air Sungai Brantas yang meluap akibat banjir bandang di Kota Batu.

Selain itu, lanjutnya, ada kurang lebih sebanyak 174 rumah yang terendam lumpur akibat banjir bandang tersebut. Wilayah terdampak di Kota Malang antara lain adalah Kelurahan Jatimulyo, Kelurahan Samaan, Kelurahan Jodipan, dan Kelurahan Polehan. "Dampak paling parah terjadi di RW 9 Kelurahan Jatimulyo," katanya.

Pewarta :
Editor: Frislidia
COPYRIGHT © ANTARA 2021