Permintaan batik khas Kuansing meningkat

id Permintaan kain batik naik 300 persan,Batik kuansing, batik kuantan

Permintaan batik khas Kuansing meningkat

Batik khas Kuansing. (ANTARA/dok)

Teluk Kuantan (ANTARA) - Kepala Dinas Koperasi, UKM, Perdagangan dan Perindustrian KabupatenKuantan SingingiAzhar Ali mengatakan permintaan kain batik khas daerahnya semakin meningkat.

"Banyak pegawai negeri sudah mulai membudayakan memakai batik daerah sendiri sehingga permintaannya kian meningkat," kata Azhar di Teluk Kuantan, Minggu.

Hal itu terjadi semenjak ada wacana seluruh ASN wajib memakai kain batik hasil kerajinan pengrajin Kuansing.

"Wacana itu, disampaikan oleh Bupati Kuansing Andi Putra mengingat penggunaan kain khas itu adalah salah satu program unggulan," katanya.

Bupati ingin seluruh ASN memakai baju batik pada hari tertentu saat bekerja sebagai bentuk cinta hasil kerajinan daerah sendiri, namun aturannya masih dalam proses.

Bahkan, selain untuk mencintai hasil karya produk lokal juga membantu promosi, produksi kain batik khas Kuansing, sehingga pengrajin akan sejahtera.

Setakat ini, pengrajin batik di Kuansing sudah mulai lega, berbangga hati karena selain permintaan meningkat juga kepedulian pemerintah daerah semakin tinggi.

Ketua Kelompok Batik Jalur Batik Nagori, Surma Yanti, saat diminta keterangannya, membenarkan tingginya permintaan kain batik beberapa bulan terakhir.

"Terhitung, lebih dari 1.000 lembar kain batik terjual," ujarnya.

Oleh karena itu, sangat bersyukur ada banyak pesanan dan permintaan itu dan berharap ke depan akan semakin maju agar kesejahteraan pengrajin meningkat.

Sura menyebutkan, setakat ini, tenaga pembatik di Kelompok Batik Jalur Batik Nagori ada 23 orang, dan masih membutuhkan tambahan tenaga sebanyak 20 orang. Untuk bisa melayani kebutuhan permintaan batik Kuansing.

Baca juga: Pengrajin batik Kuansing harus tangkap peluang

Baca juga: Wabup Bengkalis minta ASN gunakan batik lokal


Pewarta :
Editor: Riski Maruto
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar