Logo Header Antaranews Riau

LinSuke: Memperkuat Supervisi Akademik melalui RHK dan Pembelajaran Inovatif di SMP Kabupaten Bengkalis

Selasa, 30 Desember 2025 11:36 WIB
Image Print
LinSuke: Memperkuat Supervisi Akademik melalui RHK dan Pembelajaran Inovatif di SMP Kabupaten Bengkalis (ANTARA/Tanoto Foundation)

Pekanbaru (ANTARA) - Penguatan mutu pembelajaran di sekolah tidak dapat dilepaskan dari praktik supervisi akademik yang terencana dan berorientasi pada hasil. Kesadaran inilah yang mendorong Tim Literasi Numerasi Oke (LinSuke) dalam Literasi Numerasi Grant Project Tanoto Foundation menghadirkan pelatihan supervisi berbasis Rencana Hasil Kerja (RHK) dan pembelajaran inovatif bagi kepala sekolah dan guru senior jenjang SMP di Kabupaten Bengkalis.

Pelatihan yang ditaja oleh Wan Yusna Susila, S.Pd., M.Pd, Abdul Mukti, S.Si., dan Maryana, SE ini menjadi ruang belajar bersama bagi 33 peserta terdiri atas 11 kepala sekolah dan 22 guru senior untuk memahami kembali makna supervisi akademik, tidak sekadar sebagai aktivitas administratif, melainkan sebagai proses pendampingan profesional yang mendorong peningkatan kualitas pembelajaran di kelas.

Kegiatan dilaksanakan dalam dua sesi, dengan pendekatan bertahap yang menggabungkan penguatan konsep, praktik langsung, hingga refleksi berbasis pengalaman nyata di sekolah.

Pada sesi awal, peserta mendalami instrumen supervisi akademik berbasis RHK serta keterkaitannya dengan pembelajaran inovatif yang menjadi bagian penting dalam Penilaian Kinerja Guru.

Diskusi tidak hanya berfokus pada pemenuhan dokumen, tetapi pada bagaimana supervisi dapat membantu guru merancang pembelajaran yang lebih kontekstual, aktif, dan berpusat pada murid. Pemahaman ini kemudian diperkaya melalui praktik langsung supervisi dan penyusunan rencana monitoring yang realistis serta sesuai dengan kebutuhan sekolah masing-masing.

Pembelajaran tidak berhenti di ruang pelatihan. Tim fasilitator melakukan monitoring lapangan untuk melihat bagaimana supervisi berbasis RHK benar-benar diimplementasikan dan bagaimana guru menerjemahkannya dalam praktik pembelajaran inovatif di kelas.

Proses ini memberikan cerminan nyata tentang tantangan sekaligus potensi pengembangan supervisi akademik di sekolah.

Pada sesi refleksi, para kepala sekolah berbagi pengalaman tentang perubahan yang mulai dirasakan setelah pelaksanaan supervisi. Mulai dari meningkatnya kualitas dialog profesional antara kepala sekolah dan guru, hingga tumbuhnya kesadaran bahwa supervisi merupakan proses belajar bersama.

Refleksi ini menjadi ruang aman bagi peserta untuk saling belajar, menguatkan, dan merumuskan langkah perbaikan ke depan.

Praktik baik ini menunjukkan bahwa supervisi akademik yang selaras dengan RHK dan didukung pembelajaran inovatif mampu menjadi pengungkit peningkatan kualitas pembelajaran.

Ketika supervisi dilakukan secara sistematis, reflektif, dan berorientasi pada pengembangan guru, sekolah memiliki fondasi yang lebih kuat untuk menghadirkan pembelajaran yang bermakna bagi peserta didik.

Pengalaman di Kabupaten Bengkalis ini menjadi contoh bahwa peningkatan mutu pendidikan dapat dimulai dari penguatan kepemimpinan pembelajaran di tingkat sekolah-melalui supervisi yang tidak hanya mengawasi, tetapi juga memberdayakan.



Pewarta :
Editor: Vienty Kumala
COPYRIGHT © ANTARA 2026