Terali Berdamai: Serunya Belajar Numerasi dengan Lagu, Permainan, dan Cerita

id Tanoto Foundation

Terali Berdamai: Serunya Belajar Numerasi dengan Lagu, Permainan, dan Cerita

Terali Berdamai: Serunya Belajar Numerasi dengan Lagu, Permainan, dan Cerita (ANTARA/HO-Tanoto Foundation)

Pekanbaru (ANTARA) - Pembelajaran numerasi merupakan salah satu komponen penting dalam meningkatkan mutu pendidikan dasar Kota Dumai, berdasarkan data Rapor Pendidikan 2025, mengalami penurunan skor numerasi dari tahun sebelumnya meskipun tetap berada pada kategori “Baik”.

Kondisi ini melatarbelakangi pelaksanaan proyek “Meningkatkan Edukasi Rasional Numerasi Bermakna dan Menyenangkan dengan Lagu, Permainan, dan Cerita” oleh Tim Terali Berdamai yang tergabung dalam Literasi Numerasi Grant Project Tanoto Foundation.

Program ini ditujukan untuk meningkatkan kompetensi guru dalam menerapkan metode pembelajaran numerasi yang lebih kreatif, kontekstual, dan menyenangkan.

Proyek ini menyasar 25 sekolah dasar, 50 guru, serta 25 kepala sekolah di Kota Dumai. Pelaksanaannya berlangsung dari bulan Juni hingga November. Secara umum, kegiatan berjalan dengan sangat baik, ditunjukkan oleh tingginya tingkat partisipasi, antusiasme peserta, serta meningkatnya hasil post-test dibandingkan pre-test.

Kegiatan dilaksanakan melalui beberapa tahapan utama, yaitu persiapan, pelaksanaan pelatihan, implementasi, pendampingan, monitoring, evaluasi, dan penyusunan laporan. Pada tahap persiapan, tim melakukan identifikasi sekolah sasaran, penyusunan materi pelatihan, serta koordinasi dengan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Dumai.

Tahap pelaksanaan meliputi sosialisasi, workshop, implementasi pembelajaran kreatif oleh guru, serta diseminasi di tingkat sekolah melalui komunitas belajar. Selanjutnya, tahap evaluasi dilakukan melalui pendampingan di sekolah, refleksi, observasi kelas, dan pengukuran keberhasilan program menggunakan instrumen post-test.

Proyek ini berhasil mencapai indikator keberhasilan yang telah ditetapkan. Sebanyak 90% guru berhasil menyusun LKPD dan skenario pembelajaran berbasis permainan, lagu, dan cerita, melampaui target 80%.

Guru juga mampu menghasilkan produk berupa lagu edukatif, permainan numerasi, serta cerita kontekstual yang digunakan dalam proses pembelajaran. Dampak langsung dari proyek ini antara lain meningkatnya pengetahuan guru mengenai metode pembelajaran numerasi kreatif serta meningkatnya minat belajar murid.

Dampak tidak langsung terlihat dari pengimbasan yang dilakukan guru melalui komunitas belajar, sehingga lebih banyak guru di luar peserta utama yang memperoleh manfaat dari program ini.

Keberhasilan program ini membuka peluang untuk keberlanjutan kegiatan pembelajaran numerasi kreatif di Kota Dumai. Rekomendasi utama yang disampaikan adalah perlunya kolaborasi lanjutan dengan Dinas Pendidikan untuk memperluas penerapan metode ini di sekolah-sekolah lain.

Kepala sekolah sasaran diharapkan melanjutkan praktik baik ini secara berkesinambungan, sementara tim pendamping dapat terus melakukan monitoring dan penguatan melalui komunitas belajar.

Publikasi dan penyebaran praktik baik juga perlu dilakukan melalui media massa agar semakin banyak pihak yang terinspirasi dan dapat menerapkan pendekatan numerasi bermakna di sekolah masing-masing.

Tim Terali Berdamai berharap praktik baik ini terus dikembangkan dan menjadi bagian dari strategi peningkatan mutu pendidikan di Kota Dumai.

Pewarta :
Editor: Vienty Kumala
COPYRIGHT © ANTARA 2025

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.