Logo Header Antaranews Riau

Turun Rp6 miliar, target penerimaan Retribusi Parkir 2026 di Pekanbaru Rp11 miliar

Jumat, 30 Januari 2026 16:25 WIB
Image Print
Petugas Dishub Kota Pekanbaru ketika melakukan tinjauan di ritel indomaret terkait sudah diberlakukannya parkir gratis. ANTARA/HO-Pemko Pekanbaru

Pekanbaru (ANTARA) - Dinas Perhubungan Kota Pekanbaru Provinsi Riau menargetkan penerimaan Retribusi Parkir Tepi Jalan pada tahun 2026 sebesar Rp11 miliar, turun Rp6,2 miliar dibandingkan tahun 2025 yang sebesar Rp17,2 miliar.

Kepala Unit Pelaksana Teknis Dinas Perhubungan Kota Pekanbaru, Zulfahmi mengatakan adanya penurunan target karena ada penurunan tarif parkir, untuk sepeda motor dari Rp2.000 sekali parkir menjadi Rp1.000. Sedangkan tarif parkir mobil turun dari Rp3.000 menjadi Rp2.000 untuk sekali parkir.

"Untuk target capaian pendapatan retribusi parkir tahun ini menurun jadi Rp11 miliar dibanding tahun lalu Rp17,2 miliar," katanya di Pekanbaru, Jumat.

Selain itu, lanjutnya, juga dampak kebijakan gratis parkir di depan dua ritel modern yakni Alfamart dan Indomaret.

Kebijakan tersebut seiring peralihan pola parkir di depan ritel modern dari retribusi parkir menjadi pola pajak parkir.

Para juru parkir, tambahnya, tidak lagi menarik retribusi di hampir empat ratus gerai Alfamart dan Indomaret.

Ada sekitar 374 gerai ritel modern ini berubah pola pembayaran parkir menjadi pajak parkir.

Namun begitu pihaknya pada tahun ini tetap berupaya mencapai target yang ada. Apalagi tim UPT sudah menghitung potensi pendapatan daerah dari sektor retribusi parkir.

"Insya Allah tercapai, setelah kita menghitung potensi pendapatan retribusi parkir di tahun ini, semoga bisa positif di tahun ini," ulasnya.

Zulfahmi menambahkan bahwa pada tahun 2025 target pendapatan retribusi parkir juga tidak tercapai. Target capaian pendapatan dari sektor retribusi parkir berkisar Rp17,2 miliar.

Akan tetapi realisasi pendapatan retribusi parkir tahun 2025 ada di kisaran Rp 9,6 miliar. Realisasi retribusi tidak tercapai setelah ada penurunan tarif parkir pada Februari 2025.

"Walau demikian, setelah melalui kajian potensi, kami percaya bisa menggenjot pendapatan daerah dari sektor retribusi parkir tahun ini," katanya.



Pewarta :
Editor: Afut Syafril Nursyirwan
COPYRIGHT © ANTARA 2026