
Bersama BPMP Riau, Tanoto Foundation Perkuat Sistem Pengawasan Berbasis Data

Sumatera Barat, (ANTARA) - Balai Penjaminan Mutu Pendidikan Provinsi Riau menggelar Rapat Koordinasi dan Fasilitasi Bersama Mitra Pembangunan dalam rangka penjaminan mutu pendidikan pada Rabu–Jumat, 11–13 Februari 2026, di Harau, Sumatera Barat. Kegiatan ini menjadi momentum strategis untuk memperkuat sinergi antar pemangku kepentingan dalam mendukung peningkatan mutu pendidikan di Provinsi Riau.
Rapat koordinasi tersebut tidak hanya menjadi ajang menyamakan persepsi terhadap rencana implementasi program Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah tahun 2026 di tingkat provinsi, tetapi juga mempertegas peran fasilitasi para mitra pembangunan dalam mendorong transformasi pendidikan yang berkelanjutan.
Kegiatan dibuka secara resmi oleh Dr. Yusra Afdal Kahar, M.Kom selaku Kepala Sub-bagian Umum BPMP Provinsi Riau. Dalam sambutannya, ia menegaskan pentingnya kolaborasi multipihak untuk memastikan program penjaminan mutu pendidikan berjalan efektif dan berdampak nyata bagi satuan pendidikan.
Salah satu mitra pembangunan yang berpartisipasi aktif adalah Tanoto Foundation. Dalam forum tersebut, perwakilan Tanoto Foundation, Theo Lubis dan Satri Siswanto, memaparkan praktik baik kolaborasi penguatan sistem kepengawasan sekolah di kabupaten dan kota mitra.
Paparan tersebut menyoroti implementasi aplikasi pemantauan yang telah diadopsi oleh Pemerintah Kabupaten Siak dan Pemerintah Kota Dumai. Di Kabupaten Siak, sistem yang dikenal dengan nama SiakWah, serta di Kota Dumai melalui aplikasi Sipengasah, dinilai memberikan dampak positif terhadap efektivitas kerja pengawas sekolah dan tata kelola kepengawasan.
Melalui adopsi aplikasi pemantauan tersebut, Dinas Pendidikan di kedua daerah dapat melakukan monitoring kebutuhan berbasis data lapangan, termasuk terkait manajemen berbasis sekolah (MBS), proses pembelajaran, serta sarana dan prasarana. Data yang terkumpul dimanfaatkan sebagai dasar pengambilan keputusan secara cepat, tepat, dan akurat.
Theo Lubis dan Satri Siswanto menjelaskan bahwa pendekatan monitoring dan evaluasi berbasis data ini memperkuat fungsi pengawasan sekaligus mendukung perencanaan program pendidikan yang lebih terarah. Praktik baik tersebut dinilai layak direplikasi oleh daerah lain di Provinsi Riau.
Para peserta rapat koordinasi menunjukkan antusiasme tinggi selama sesi pemaparan. Diskusi berlangsung interaktif, dengan sejumlah pertanyaan dari peserta BPMP terkait mekanisme penggunaan aplikasi, penentuan indikator, penyusunan instrumen, hingga teknik pengambilan data di lapangan.
Melalui kegiatan ini, BPMP Provinsi Riau dan para mitra pembangunan menegaskan komitmen bersama untuk memperkuat sistem penjaminan mutu pendidikan melalui kolaborasi, inovasi, dan pemanfaatan data sebagai landasan utama pengambilan kebijakan.
Pewarta : Bayu Agustari Adha
Editor:
Afut Syafril Nursyirwan
COPYRIGHT © ANTARA 2026

