Logo Header Antaranews Riau

Jus Delima, Minuman Sehat untuk Tekanan Darah Terkontrol dan Otot Prima

Sabtu, 14 Februari 2026 12:24 WIB
Image Print
Ilustrasi buah delima (ANTARA/pexels)

Jakarta (ANTARA) - Mengonsumsi jus delima secara rutin bisa membantu mengatur tekanan darah dan pemulihan otot.

Menurut laporan Health pada Kamis (12/2) waktu setempat, jus delima yang kaya akan antioksidan seperti polifenol dan nitrat itu dapat membantu mengatur tekanan darah dan mendukung pemulihan setelah olahraga.

Para ahli umumnya merekomendasikan untuk mengonsumsi jus delima secara rutin untuk kesehatan jantung dan tekanan darah.

Baca juga: Jus Kemasan Lagi Tren di Medsos, Dokter Peringatkan Bahaya Gula Tersembunyi

“Untuk kesehatan jantung, jus delima bisa diminum kapan saja. Tetapi mengonsumsinya saat sarapan atau bersama makanan lain membantu penyerapan dan menjaga gula darah tetap stabil,” kata dokter penyakit dalam di OSF Healthcare, John Rinker, MD.

Penelitian menunjukkan bahwa konsistensi, bukan waktu minum yang paling penting. Dalam satu uji klinis, manfaat jus delima terhadap tekanan darah dilaporkan meningkat secara bertahap selama beberapa hari dan minggu, bukan dalam hitungan jam, dan mencapai titik stabil setelah dua bulan.

Delima mengandung antioksidan kuat yang dapat mengurangi stres oksidatif dan peradangan pada arteri. Hal ini dapat membantu menurunkan tekanan darah sistolik secara ringan dan mengurangi kekakuan arteri.

“Jus delima juga mengandung nitrat alami yang berkontribusi pada produksi oksida nitrat—faktor kunci dalam menjaga aliran darah yang sehat, sirkulasi, dan pengaturan tekanan darah,” kata ahli diet terdaftar Emily LaBombard, MPH, RDN, LDN.

Namun perlu diingat bahwa jus ini bukan pengganti obat tekanan darah. Pasien dengan hipertensi yang sudah ada sebelumnya dan mereka yang mengonsumsi obat tekanan darah, obat jantung, atau pengencer darah sebaiknya perlu dikonsultasikan dengan dokter terlebih dahulu karena

“Jus delima dapat sedikit meningkatkan efek obat tersebut pada sebagian orang,” ujar Rinker.

Baca juga: Ahli Gizi: Minum Jus Bit 30 Menit Sebelum Sarapan, Begini Manfaatnya

Tak hanya itu, jus delima juga memiliki manfaat mendukung pemulihan terutama pada otot setelah olahraga.

“Jus delima telah diteliti pada atlet untuk membantu pemulihan otot setelah olahraga,” kata Deepak Vivek, MD, ahli jantung intervensi di Orlando Health Heart and Vascular Institute.

Saat berolahraga, tubuh secara alami meningkatkan stres oksidatif (dalam batas yang baik), tetapi terkadang bisa terjadi ketidakseimbangan.

Antioksidan dalam delima dapat membantu mengurangi beban oksidatif tersebut, memperbaiki dan melindungi sel otot dari kerusakan. Satu tinjauan mencatat potensi manfaat ketika suplementasi delima dilakukan “selama atau setelah olahraga”.

Rinker mengatakan berdasarkan temuan tersebut kemungkinan bermanfaat untuk menunggu hingga setelah latihan untuk minum jus delima guna membantu mengurangi nyeri otot dan meningkatkan pemulihan kekuatan, terutama setelah olahraga intens.

Namun, juga bisa memilih untuk meminumnya sebelum olahraga untuk mendukung aliran darah, tambah Rinker dan Vivek.

Mengonsumsi jus delima bisa pada waktu setelah olahraga, sekitar satu atau dua jam setelah latihan adalah waktu yang “logis”. Namun kapan pun meminumnya, tetap akan mendapatkan manfaat kesehatannya.

“Ini bukan solusi ajaib, tetapi bisa menjadi tambahan yang berguna untuk nutrisi pasca-olahraga, mirip seperti jus ceri asam,” kata Rinker.

“Satu porsi harian sebanyak empat sampai delapan ons jus delima 100 persen ideal bagi kebanyakan orang,” tambah Rinker.

Jumlah ini memberikan manfaat nutrisi tanpa berlebihan dalam kandungan gula (satu porsi delapan ons jus delima 100 persen mengandung sekitar 31 gram gula dan 134 kalori).

Jika gula masih menjadi kekhawatiran, bisa mencampur jus delima dengan air atau air berkarbonasi. Selain itu, mengonsumsi satu porsi biji delima utuh sama dengan satu cangkir mengandung sekitar 20 gram gula.

Baca juga: Satu porsi jus elderberry diklaim bisa bantu turunkan berat badan

Meminumnya bersama makanan yang mengandung serat, lemak, dan protein juga bisa membantu, menurut Sarah Glinski, RD, ahli diet terdaftar yang mengkhususkan diri dalam kesehatan usus.

Meski bermanfaat, terdapat sejumlah kelompok yang perlu lebih waspada sebelum mengonsumsi jus delima setiap hari, di antaranya penderita diabetes, orang yang mengonsumsi pengencer darah seperti Warfarin, obat tekanan darah, atau obat jantung seperti ACE inhibitor, ARB, atau diuretik hemat kalium.

Selain itu, penderita penyakit ginjal (karena delima mengandung kalium), orang dengan sensitivitas gastrointestinal (terlalu banyak jus dapat menyebabkan gangguan pencernaan), serta memiliki alergi makanan tertentu.



Pewarta :
Editor: Vienty Kumala
COPYRIGHT © ANTARA 2026