235 jurnalis di Riau ikuti Webinar bersama SKK migas

id Webinar,SKK migas, Chevron, PT CPI

235 jurnalis di Riau ikuti Webinar bersama SKK migas

Proses webinar, Selasa (14/7). (ANTARA/Vera Lusiana)

Pekanbaru (ANTARA) - Sekitar 235 jurnalis dari berbagai media mengikutiWebinar(seminar daring) yang diselenggarakan SKK Migas wilayah Sumbagut berkerja sama dengan lima organisasi pewarta setempat, Selasa.

"Webinar ini berlangsung selama dua hari yang mengangkat tema 'Jurnalisme di Era Digital Sebagai Transformasi dan Tantangan Terkini'," kata Pjs Kepala Perwakilan SKK Migas Sumbagut Haryanto Syafri saat membuka acara.

Webinar menghadirkan para narasumber seperti Ngatijan Kepala Divisi Operasi Produk SKK Migas dengan materi Industri Hulu Migas penggunaan dan pemanfaatan data digital dan operasional hulu migas di Indonesia, Johar Pribawana Manager IODSC PT Chevron Pacific Indonesia dengan materi PT CPI: Penerapan Digitalisasi & Kecerdasan Buatan (AI) dalam Memberikan Nilai Tambah di Bisnis Hulu Minyak & Gas,Dahlan Dahi Chief Digital Officer KG Media dengan materi Jurnalisme di Era Digital Sebagai Transformasi dan Tantangan Terkini.

Haryanto Syafri mengatakan melalui kerjasama SKK Migas dengan lima organisasi wartawan se-Riau di antaranya PWI, AJI, PJI, IJTI dan PSI, acara Webinar ini dapat digelar dan berjalan dengan baik.

"Kegiatan ini juga sebagai bentuk upaya mengantisipasi penyebaran COVID-19 di era normal baru dengan melakukan digitalisasi aktifitas dapat berjalan dan kita terhindar dari penularan," katanya.

Sementara Ngatijandalam materinya mengatakan integrasidigitaldalam program kerja Migas akan dapat mempermudah pengawasan terhadap produksi Migas dan berbagai kegiatan dalam pekerjaan Migas lainnya.

"Era analog ke digitali memudahkan hidup, terkait hulu migas digitalisasi sudah dimulai di SKK Migas dalam analisa sumur minyak," katanya.

Sementara itu, Johar Pribawana menjelaskan banyak konsep kerja yang terintegrasi dengan sistem digital memberikan berbagai manfaat yang sangat baik.

Dikatakannya,Chevron telah membangun Intergrated Operation Center (IOC) sejak tahun 2019 dengan tujuan untuk mengoptimalisasi produksi Migas.

"900 sumur minyak atau well harus tetap beroperasi dan untuk melakukan kontroling terhadap sumur yang macet tidak bisa dilakukan secara manual dengan pengecekan satu per satu. Dengan menerapkan sistem digitalisasi akan mudah mengetahui mana yang macet produksinya. Inilah yang kita sebut dengan optimalisasi produksi melalui sistem digitalisasi," kata Johar.

Pembicara terakhir Dahlan Dahi mengatakan, jurnalis ditantang lebih kreatif dan selalu mengikuti perkembangan teknologi agar membawa perubahan terutama dalam kondisi saat ini.

"Saat ini tantangan media agar mampu berkompetisi dengan media sosial adalah

apa yang membuat orang masih membutuhkan media itu yakni brand, lalu karakter identitas danrelevansinya," tukasnya.

Baca juga: Mengenal undang-undang dan ekonomi migas

Baca juga: Sebanyak 200 angkatan kerja muda di Riau dapat pembekalan digagas SKK Migas - PT CPI


Pewarta :
Editor: Riski Maruto
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar