Warga Rohil jadi korban komplotan begal yang mengaku polisi di Simalungun

id Begal simalungun,kriminal pembegalan, polsek bangun sumut

Warga Rohil jadi korban komplotan begal yang mengaku polisi di Simalungun

Tiga tersangka begal yang diamankan petugas. (ANTARA/HO-Polres)

Simalungun (ANTARA) - Warga Kabupaten Rokan Hilir yang dibegal komplotan perampok mengaku petugas di jalan umum Km 13-14, Nagori Bangun, Kecamatan Gunung Malela, Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara.

Kapolsek Bangun AKP Banuara Manurung, Selasa, mengatakan, komplotan yang berdomisili di Kota Pematangsiantar itu sebanyak lima orang, tiga tertangkap dan dua lagi buron.

Mereka itu, tersangka Manuel Patar Halomoan Simanjuntak (22), warga Kelurahan Sigulang-gulang, ditangkap di sebuah warnet di sekitar kediamannya.

Sedangkan Doni Turedo Tambunan (20) dan Elpin Johanes Zebua (22), warga Sigulang-gulang di satu unit rumah di kawasan Simpang Kerang

Tersangka yang buron, Bedol (29), warga Kelurahan Sukadame, Kecamatan Siantar Utara dan Pranata Sianipar (22), warga Kelurahan Sigulang-gulang, Kecamatan Siantar Utara.

Kepolisian mengamankan barang bukti berupa satu handphone Samsung dan uang tunai Rp 450.000 dari tersangka.

Dipaparkan, korban bersama saksi Rimhot Lumbantoruan (48), warga Kabupaten Rokan Hilir, Riau dibegal komplotan tersebut pada Senin (27/4) pukul 01.10 WIB.

Kendaraan korban mobil pick up Grand Max BM 8734 TT dihadang komplotan yang mengendarai mobil rental di lokasi TKP.

Komplotan mengaku petugas dan menuduh mobil korban menabrak anjing, dan membawa narkoba.

Selanjutnya, komplotan mengancam korban dengan sebilah pisau dan merampok handphone, uang serta mobil korban.

Polsek Bangun yang menerima laporan korban melakukan olah TKP dan check post handohone tersebut, dan meringkus ketiga tersangka kira-kira pukul 17.30 dan 20.30 WIB di dua tempat berbeda.

Baca juga: Polisi Bengkalis tangkap pelaku begal payudara

Baca juga: Polisi bekuk residivis bandit begal di Kampar