Respiandi ingin tidak sia-siakan perjuangannya demi membanggakan sang ibu

id Berita hari ini, berita riau terkini, berita riau antara

Respiandi ingin tidak sia-siakan perjuangannya demi membanggakan sang ibu

Respiandi, Mahasiswa Agroteknologi, Fapertapet, Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau, baru saja meraih juara III Debat Se-Sumatra pada kegiatan Nation Dabate Competition 2019 yang di gelar di Universitas Jambi. (Salman Alfasri/Frislidia /Antara)

Pekanbaru (ANTARA) - Menjadi anak yatim, sepertinya tidak menyurutkan niat Respiandi untuk membanggakan sang ibu yakni Ny. Silismawati yang telah menjadi tunggal "parent" sejak lama itu dan kini Respiandi masih tinggal bersama sang ibu tercinta di Jalan Bina Widya Perumahan UNRI Blok C. No 39 Pekanbaru.

Membanggakan orang tua yang telah melahirkannya, merawatnya, dan membesarkannya itu dibuktinya dengan meraih segudang prestasi di antaranya Juara 3 lomba debat se-Sumatra pada kegiatan Nation Debate Competition di Universitas Jambi pada tahun 2019 digelar Universitas Jambi pada 25-28 April 2019.

Cerdas, tampan dan berprestasi, itulah tiga kata yang tepat untuk menggambarkan sosok seorang Respiandi, Mahasiswi Agroteknologi, Fapertapet, Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau. Lelaki yang lebih akrab disapa Respi ini memiliki segudang prestasi baik di bidang akademik maupun non-akademik.

"Respi sosok mahasiswa yang berprestasi dan juga mahasiswa aktif di kampus ini. Dia memiliki pemikiran kedepan dan juga sangat kreatif. Bahkan ia sering mengikuti berbagai perlombaan seperti lomba debat maupun lomba mahasiswa berprestasi yang digelar Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim,” kata Ketua Jurusan Prodi Agroteknologi, Fakultas Pertanian dan Peternakan (Fapertapet), Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau, Dr. Syukria Ikhsan Zam, M.Sc.

Menurut Syarif Kasim, Respi adalah salah satu mahasiswa Agroteknologi berprestasi kini justru juga cepat menyelesaikan tugas kuliahnya, dengan IPK 3,72, dan bahkan pada semester tujuh ini ia telah menyelesaikan ujian proposalnya.

Semangat dibarengi bekerja keras yang dilakukannya, katanya, bahwa kendati memiliki aktivitas yang banyak namun tidak menghalanginya dalam menyelesaikan tugas akhirnya dengan tepat waktu.

"Untuk memberikan semangat bagi mahasiswa, tentunya pihak kampus selalu memberikan apresiasi kepada setiap mahasiswa yang berprestasi bahkan mahasiswa juga dimotivasi supaya lebih bersemangat untuk mengikuti perlombaan yang mengukir prestasi dan mengharumkan nama kampus," katanya.

Oleh karena itu, kita senantiasa menghimbau setiap organisasi di lingkup kampus UIN SUSKA RIAU agar terus menerus melakukan pembinaan secara bergenerasi dari kakak senior kepada juniornya khususnya membina mahasiswa-mahasiswa baru dalam mengembangkan potensi mereka.

"Kami berharap mahasiswa berprestasi di Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau ini terus meneruskan secara estafet setiap tahunnya agar muncul mahasiswa berprestasi baru sehingga mahasiswa berprestasi tersebut bertambah dan kami juga berharap setelah selesai Respi akan muncul Respi yang lainnya,” Katanya.

Ulet, gigih, rajin serta cerdas diyakini telah mengantarkannya dalam meraih berbagai prestasi yakni menjadi finalis 10 besar lomba Essay Nasional pada kegiatan Festival Bidikmisi pada tahun 2018, Juara 3 sebagai delegasi terbanyak dari Uin Suska Riau pada kegiatan Festival Bidikmisi Nasional pada tahun 2018, Juara 1 lomba debat se-Uin Suska Riau pada kegiatan Olimpiade Ilmiah Bem Fekonsos pada 2018, Juara 1 lomba Essay se-Uin Suska Riau pada kegiatan Olimpiade Ilmiah BEM Fekonsos pada 2018.

Berikutnya the best spekear lomba debat se-Uin Suska Riau pada kegiatan Olimpiade Ilmiah BEM Fekonsos 2018, peserta lomba Edconex Essay Competition pada kegiatan Edconex Essay Competition 2018 level Internasional, meraih harapan 2 lomba debat se-Sumatra pada kegiatan Debat Kebangsaan Public Fest 2019,

8 besar lomba debat nasional pada kegiatan Gebyar Mahasiswa Bidikmisi Nusantara pada tahun 2019, dan lainnya.

Respi kecil mengenyam pendidikan dasar di Sekolah Dasar Negeri (SDN) 047 Rumbio, Kampar, Riau yang diselesaikannya pada tahun 2010, kemudian dilanjutkan di SMPN 02 Kampar dan SMAN 01 Model Kampar Timur, Kampar, Provinsi Riau. Lulus dari SMA pada tahun 2016, Respiandi kemudian melanjutkan pendidikannya di Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau Jurusan Agroteknologi.

Memang diakui orang tuanya, bahwa sejak kecil Respiandi telah menyukai dunia "public speaking" dan bakat itu makin terasah berkat bergabungnya Respiandi dengan komunitas kristal yang bergerak di bidang akademis beranggota adalah mahasiswa Bidikmisi yang memiliki prestasi dan semangat belajar.

Organisasi kristal bertujuan mengasah kemampuan mahasiswa menjadi mahasiswa yang berprestasi di bidang debat maupun essay.

Suatu kebanggaan yang luar biasa bagi kami, dengan adanya organisasi kecil yang awalnya bukan apa-apa sekarang organisasi kami ini banyak mencetak mahasiswa yang berbakat dan berpretasi bahkan mahasiswa yang tergabung dalam organisasi kristal ini sudah sampai perlombaan debatnya di dan ini suatu kebanggaan bagi kami melihat adik tingkat kami bisa berprestasi dan bisa membanggakan nama organisasi kami dan nama kampus.

"Walaupun mereka miskin akan materi tapi mereka kaya akan prestasi yang dimilikinya ," kata Ketua Oragnisasi Kristal Mahder Antoni.

Butuh persiapan matang jika ingin menjadi pemenang, inilah yang disiapkan lelaki 22 tahun ini, yakni mulai dari rajin membaca, menyiapkan materi, dan mengumpulkan data-data yang terkait perlombaan serta ia juga sering belajar bersama dengan komunitas kristal untuk melatih 'public speaking'.

Public speaking adalah komunikasi yang dilakukan secara lisan tentang suatu hal atau topik di hadapan banyak orang. Biasanya dalam sebuah lomba debat, public speaking sangat berpengaruh terhadap penilaian kualitas peserta debat. Selain public speaking analisa yang tajam serta tata bahasa yang baik dan benar juga menjadi penentu bagi peserta lomba untuk bisa menang dalam debat tersebut.

Respiandi menjelaskan bahwa pada saat lomba debat --- se-Sumatra pada kegiatan Nation Debate Competition di Universitas Jambi pada tahun 2019 digelar Universitas Jambi pada 25-28 April 2019-- tersebut selain dinilai publik speakingnya juga tiga indikator lainnya, yakni isi materi yang disampaikan, dan keakuratan data.

Biasanya pada indikator pertama ini memiliki nilai yang besar. Indikator kedua yaitu tatakrama dalam penyampaian materi. Biasanya yang dinilai adalah bagaimana sopan santun dan etika para peserta pada saat menyampaikan dan menanggapi sebuah pendapat dari lawan debatnya. Dan yang terakhir adalah metode atau cara penyampaian isi materi.

Juri dalam Perlombaan ini berasal dari tuan rumah Universitas Jambi sendiri. Mereka adalah Kepala Prodi (kaprodi) dari setiap jurusan yang ada di Universitas tersebut.

"Jurinya berbeda-beda, ada dari Kaprodi Ilmu Hukum, Kaprodi Administrasi Negara, hingga Kaprodi Hubungan Internasional juga ada. Dan juri-juri tersebut merupakan orang yang paham masalah debat dan sistematika dalam debat tersebut,” kata penyuka warna hitam itu.

Lebih jauh menelisik sosok Respi, lelaki tampan yang dilahirkan dan dibesarkan di desa Rumbio Jaya, Kecamatan Kampar Kabupaten Kampar, Provinsi Riau, pada 2 Juli 1998 ini menggantung cita-cita setinggi langit dan tentunya harus dicapai dengan perjuangan.

Perjuangan dan kerja keras, katanya, amat penting dilakukan untuk meraih kesuksesan dan itu hanya akan didapat oleh orang-orang yang mau berusaha dan terus belajar dari setiap kegagalan yang dialaminya.

"Mewujudkan masa depan kita harus berusaha dan bertekad kuat dalam hati kalau kita harus bisa menjadi orang sukses dan terus mencoba dengan memberikan hasil yang terbaik dalam usaha tersebut. Berserah diri dan berdoa kepada Tuhan Yang Maha Esa, agar selalu dilancarkan segala urusan.

Generasi muda, katanya lagi, agar senantiasa melakukan perbuatan yang bermanfaat tentunya itu harus dimulai dari diri sendiri, niatkan yang baik untuk menimba ilmu baru setelah itu berkontribusi untuk negara.

"Jangan pernah berhenti tetap berharap dukungan dan doa dari orang tua yang telah membesarkan kita dengan ikhlas itu," kata pemilik tinggi badan 178 cm dan berat 58 kg.

Pewarta :
Editor: Vienty Kumala
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar