Pekerja Pertamina Dumai juga aksi tuntut pengelolaan Blok Corridor

id pertamina dumai,blok corridor,aksi damai pertamina

Arsip foto. Menteri Riset dan Teknologi (Menristek), Mohamad Nasir (kiri depan), mendengarkan keterangan dari Engineering and Development Manager Pertamina RU II Dumai Arafat Bayu (kedua kanan) tentang inovasi pengembangan BBM Nabati jenis gas oil melalui sistem co-processing di Kilang Pertamina RU II Dumai di Dumai, Riau, Kamis (16/5/2019). Mohamad Nasir melihat lansung perkembangan program co-processing yang dijalankan di Kilang Pertamina RU II Dumai guna menciptakan bahan bakar nabati (minyak kelapa sawit) dengan jenis gas oil (minyak solar). ANTARA FOTO/Aswaddy Hamid/aww.

Dumai (ANTARA) - Serikat Pekerja Kilang Minyak Putri Tujuh RU II Dumaijuga menggelar orasi dan turun ke jalan menuntut pengelolaan Blok Corrridor dikembalikan 100 persen ke Pertamina sebagai BUMN pengelola energi untuk keuntungan negara dan kemakmuran rakyat, Senin.

Ketua Serikat SPKMPT RU II Dumai Ridwan menyatakan, aksi damai merupakan wujud kecintaan pekerja terhadap aset dan kekayaan energi Indonesia agar tidak dirampas asing atau oknum mencari keuntungan.

"Kita ikut serta dalam aksi serentak seluruh Indonesia ini, karena kecewa atas kebijakan Pemerintah memperpanjang kontrak pengelolaan blok Corridor ke kontraktor eksisting, yaitu ConocoPhillips untuk 20 tahun kedepan mulai Tahun 2023," kata Ridwan dalam keterangan pers.

Dijelaskan, dalam pengelolaan energi, harus nya berdasarkan keputusan Peraturan Menteri ESDM Nomor 15 Tahun 2015 yang memberikan hak istimewa kepada Pertamina untuk menjadi operator blok migas akan berakhir kontrak kerjasama.

Pemerintah, lanjutnya harus pertimbangkan alasan untuk menunjuk Pertamina dalam pengelolaan blok migas terminasi, di antaranya, untuk meningkatkan ketahanan dan kedaulatan energi dan pengalaman mengelola blok serta meningkatkan produksi migas.

Keputusan pengelolaan Blok Corridor pada swasta asing tentu juga akan menyandera Pertamina dalam pengelolaan Blok Rokan karena ketergantungan supply gas yang amat vital dalam operasional.

"Kita minta Pemerintah batalkan keputusan perpanjangan kontrak kerjasama wilayah kerja Blok Corridor kepada ConocoPhillips dan berikan 100 persen hak pengelolaan ke Pertamina," sebutnya.

Serikat Pertamina juga mendesak Pemerintah untuk menghentikan segala upaya pengalihan proses bisnis Liquefied Natural Gas (LNG) dilakukan melalui Holding Migas ke PGN karena berpotensi merugikan negara karena kepemilikan saham.

"Kita tidak diam ketika Pertamina dicabik, dipreteli, dan mari satukan hati dan persepsi bahwa kita lakukan ini untuk negeri, semoga doa bersama pekerja dapat membukakan hati agar Pertamina diberikan mengelola energi negeri ini," harap nya.

Info tambahan, saat ini Blok Corridor menyumbang sekitar 17 persen dari total produksi gas di Indonesia, hingga April 2019, produksi gas Lapangan Grisik, Blok Corridor, mencapai 1.028 mmscfd (1 BCF per hari). Sedangkan lifting gas sebesar 834 mmscfd.

Pantauan Antara, aksi damai SPKMPT RU II Dumai diikuti ratusan pekerja dan mitra kerja, diawali dengan orasi dan berjalan kaki sambil membentang spanduk dan poster berisi protes kepada pemerintah, dengan pengawalan puluhan aparat kepolisian dan dibantu TNI.
Pewarta :
Editor: Riski Maruto
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar