Distan Pekanbaru Targetkan Tanam Jagung 500 Hektare

id distan pekanbaru, targetkan tanam, jagung 500 hektare

Distan Pekanbaru Targetkan Tanam Jagung 500 Hektare

Pekanbaru, (Antarariau.com) - Dinas Pertanian Kota Pekanbaru, Provinsi Riau, pada tahun ini menargetkan untuk menanam jagung di lahan seluas 500 hektare di kawasan pertanian milik warga setempat, demi mewujudkan program swasembada pangan.

"Penanaman jagung akan dilakukan pada dua kecamatan yakni Rumbai Pesisir dan Tenayan Raya. Kami juga sudah memilih kelompok tani yang akan menerima bantuan dari Kementerian Pertanian," ujar Kepala Dinas Pertanian (Distan) Kota Pekanbaru, Edwar Yunus di Pekanbaru, Selasa.

Pemko Pekanbaru dalam waktu dekat segera mengajukan usulan kepada pemerintah melalui Kementerian Pertanian untuk menjalani verifikasi termasuk peninjauan langsung ke lapangan.

Jika usulan tersebut disetujui, kata Edwar, maka sistem penyaluran bantuan akan dilakukan kementerian langsung melalui rekening kelompok tani yang bersangkutan atau tidak melalui pemerintah daerah.

"Kami ingin turut dalam mewujudkan target pemerintah pada bidang ketahanan pangan. Apalagi lahan tanaman atau persawahan khusus padi di Kota Pekanbaru tidak terlalu banyak," ucapnya.

Dia menambahkan, Pekanbaru merupakan Ibu Kota Provinsi Riau yang hampir tidak memiliki lahan persawahan luas, sehingga dipilihan tanaman palawija yakni jagung.

"Selain kita mengandalkan bantuan dana dari pusat, pemerintah kota melalui APBD Kota Pekanbaru 2015 juga sudah menyediakan dana bagi penanaman jagung di lahan lima hektare (ha) demi mendukung program itu," terang Edwar.

Menteri Pertanian Amran Sulaiman saat berkunjung ke Riau mengatakan, pemerintah memberi perhatian terbesar melalui APBN untuk pengembangan sektor pertanian lebih dari Rp22 triliun guna mewujudkan swasembada pangan dan melepaskan ketergantungan beras impor.

"Dana sebesar itu hanya khusus untuk pertanian. Kita semuanya ingin pangan nasional bangkit dan tentunya tidak rela generasi kita bergantung pada impor yang akhirnya hanya mewariskan penderitaan. Negara kita adalah negara merdeka dan berdaulat, maka juga harus berdaulat pangan," katanya.

Kementerian Pertanian berkomitmen memenuhi yang memang dibutuhkan para petani dan bahkan sebagai bentuk kecintaan terhadap petani, dirinya rela memotong biaya hotel, perjalanan dinas, operasional kantor, serta kegiatan seremoial guna membantu para petani.

"Ini bedanya Kementerian Pertanian sekarang, apa yang dibutuhkan dan diminta oleh petani, bukan apa yang diprogramkan oleh keinginan pemerintah. Pola kita harus berubah dan mindset kehidupan para petani juga mesti berubah," katanya.

Mentan menjelaskan, ada beberapa permasalahan utama yang dihadapi Indonesia sehingga swasembada pangan tidak pernah terwujud seperti irigasi, benih, pupuk, alat mesin pertanian dan penyuluhan.

"Jika itu dapat diselesaikan, maka tiga tahun kita bisa swasembada pangan," jelasnya.