
Usai insiden ledakan, penyaluran gas pipa PT TGI di Inhil kini kembali normal

Pekanbaru, (ANTARA) - Penyaluran gas melalui pipa PT Transportasi Gas Indonesia (TGI) pada jalur Grissik–Duri (GD) KP222 di Desa Selensen, Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil), Provinsi Riau telah kembali normal usai proses perbaikan rampung akibat insiden kebocoran yang mengakibatkan ledakan dan kebakaran.
Corporate Secretary TGI, Emil Ismail, menyampaikan bahwa pemulihan operasional ini akan dilakukan secara bertahap guna memastikan pasokan kembali memenuhi kebutuhan seluruh pelanggan. Langkah ini diambil setelah tim teknis memastikan seluruh aspek kerusakan pada infrastruktur pipa pascainsiden telah tertangani dengan standar keamanan yang ketat.
"Selesainya perbaikan ini merupakan bagian dari aksi cepat tanggap perusahaan dalam menindaklanjuti kebocoran pipa yang terjadi pada Jumat (2/1) ," katanya dalam keterangan diterima di Pekanbaru, Jumat.
Dia mengatakan, insiden tersebut sempat memaksa perusahaan untuk menghentikan sementara penyaluran gas demi mengantisipasi dampak yang lebih luas terhadap lingkungan dan masyarakat sekitar. Akan tetapi melalui kerja sama solid dengan berbagai pihak terkait dalam melakukan penanganan secara intensif di lapangan pemulihan berhasil dilakukan.
"Kami tidak hanya sekadar memperbaiki fisik pipa, tetapi juga menjalankan prosedur teknis yang kompleks untuk menjamin keandalan jalur distribusi tersebut,” ujarnya.
Menurutnya, sebelum pipa kembali dialiri gas, TGI telah melaksanakan serangkaian uji integritas dan verifikasi aspek keamanan yang menyeluruh. Tahapan ini sangat krusial untuk memastikan bahwa pipa gas Jalur GD KP222 benar-benar dalam kondisi prima dan aman untuk digunakan kembali, sehingga potensi risiko di masa depan dapat diminimalisasi.
Selain fokus pada aspek teknis dan operasional, TGI menegaskan bahwa penanganan warga terdampak di Desa Selensen menjadi prioritas utama. Perusahaan telah menjalin komunikasi dua arah melalui pertemuan langsung yang difasilitasi oleh Musyawarah Pimpinan Daerah (Muspida) setempat untuk mencari solusi terbaik bagi masyarakat yang mengalami dampak dari insiden tersebut.
“Melalui musyawarah tersebut, nilai kompensasi ganti rugi telah dibahas secara transparan dan akhirnya disepakati bersama oleh pihak perusahaan dan warga. Sementara itu, untuk korban luka-luka, kami pastikan mereka sudah mendapatkan penanganan medis yang maksimal dengan kondisi seluruhnya kini telah stabil tanpa perlu rawat inap,” jelas Emil.
Pewarta : Bayu Agustari Adha
Editor:
Afut Syafril Nursyirwan
COPYRIGHT © ANTARA 2026

