Pekanbaru, (ANTARA) - Badan Penanggulangan Bencana Daerah dan Pemadam Kebakaran (BPBD Damkar) Riau mewaspadai kenaikan debit air pada Sungai Subayang yang alirannya menuju ke Sungai Kampar, dengan meningkatkan statusnya menjadi Awas.
Kepala BPBD Damkar Riau M Edy Afrizal mengatakan status Awas tersebut ditetapkan usai ia mendapatkan laporan bahwa kondisi Sungai Subayang yang ada di Kecamatan Kampar Kiri, Kabupaten Kampar, debit airnya mulai mengalami kenaikan.
"Kami minta masyarakat untuk dapat meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana banjir akibat luapan Sungai Subayang tersebut,” katanya di Pekanbaru, Senin.
Atas status Awas yang sudah terjadi di Sungai Subayang tersebut, pihaknya juga terus berkoordinasi dengan pemerintah setempat. Begitu juga masyarakat yang berada di sekitar aliran sungai tersebut agar dapat meningkatkan kewaspadaan.
Diketahui Sungai Subayangmerupakan anak Sungai Kampar Kiri selanjutnya akan mengalir ke Sungai Kampar. Sementara di Kampar Kanan, pihak Pembangkit Listrik Tenaga Air Koto Panjang juga telah membuka pintu pelimpah sehingga menyebabkan tinggi air meningkat.
Manajemen PLTA Kotopanjang telah membuka dua pintu pelimpah setinggi 50 centimeter. Dengan begitu diperkirakan permukaan air Sungai Kampar naik sekitar 20 hingga 30 cm dari ketinggian sebelum pintu dibuka.
Namun begitu untuk kondisi Sungai Kampar, BPBD Riau hingga saat ini mengaku belum mendapatkan laporan adanya banjir yang disebabkan meluapnya sungai tersebut. Akan tetapi sebagai antisipasi, pihaknya juga sudah memberikan bantuan berupa bahan pokok sebagai cadangan.
“Kami sudah kirimkan bantuan ke Kampar sebagai cadangan, memang belum didistribusikan ke masyarakat karena masih sebagai stok,” paparnya.
