Jalur transportasi massal terkoneksi akan hadir di Pekanbaru

id Angkutan Umum, BRT, Kemenhub, Pekanbaru

Jalur transportasi massal terkoneksi akan hadir di Pekanbaru

Forum Group Discussion GIZ bersama lembaga pemerintah untuk persiapan implementasi BRT lajur khusus di Pekanbaru, Jumat. (ANTARA/Diana S)

Pekanbaru (ANTARA) - Kota Pekanbaru menjadi salah satu kota percontohan pengembangan transportasi massal bus rapid transit (BRT) dengan lajur khusus yang merupakan program Kementerian Perhubungan bermitra dengan Deutsche Gesselschaft fur Internationale Zusammenarbeit(GIZ).

Ada enam kota yang menjadi pilot project program sustainable urban transport programme Indonesian (Sutrinama) dan Indonesian Bus rapid transit corridor development project (Indobus) di antaranya Makassar, Pekanbaru, Batam, Bandung, Semarang dan Surabaya.

Perwakilan GIZ, Maulana usai menggelar FGD bersama lembaga non pemerintah di Pekanbaru, Jumat, mengatakan pihaknya sudah melakukan studi kelayakan di Kota Pekanbaru sejak tahun 2020 lalu. GIZ juga sudah melakukan kajian dampak sosial, penguatan kelembagaan, pengembangan kapasitas pemangku kepentingan sebagai persiapan implementasi peningkatan angkutan massal di Kota Pekanbaru.

"Pada tahun 2019 lalu, setelah ada penandatanganan MoU antara Kemenhub, Pemko Pekanbaru dan Pemprov Riau. Kita berikan bantuan teknis untuk studi kelayakan tentang angkutan massal di Pekanbaru. Kami ingin lihat lebih detail dari persiapan kelembagaan, regulasi, biaya investasi dan kapasitas pemangku kebijakannya," ucapnya.

Dia mengatakan GIZ juga memfasilitasi bantuan teknis berupa pendampingan terhadap perumusan peraturan daerah (perda) angkutan umum di Pekanbaru. Pekanbaru menjadi kota pertama yang menerbitkan perda angkutan massal di Indonesia.

"Tentu ini menjadi momentum positif dan salah satu komitmen Pemko untuk meningkatkan pelayanan transportasi massal yang lebih tepat guna di Pekanbaru," katanya.

Dalam FGD itu, GIZ memfasilitasi untuk menjaring opini dan masukan dari lembaga pemerintah dan non pemerintah. Lembaga non perintah yang hadir dalam diskusi tersebut dari kalangan akademisi, organda Pekanbaru, Apindo Riau, MTI wilayah Riau dan rekan-rekan media.

Untuk realisasi pembangunan BRT lajur khusus tersebut, kata dia, masih perlu kajian lebih lanjut. Namun Pekanbaru sendiri masuk dalam kawasan prioritas renstra Kementerian Perhubungan.