Balai Karantina Pekanbaru dorong ekspor pertanian di Inhil

id Balai Karantina Pertanian Kelas I Pekanbaru ,Kepala Sub Koordinator Pengawasan dan Penindakan Balai Karantina Pertanian Kelas I Pekanbaru, Ferdi ,Kepa

Balai Karantina Pekanbaru dorong ekspor pertanian di Inhil

Kepala Sub Koordinator Pengawasan dan Penindakan Balai Karantina Pertanian Kelas I Pekanbaru, Ferdi saat menjadi narasumber pada Bimtek Gerakan Tiga Kali Lipat Ekspor (Gratieks). Jumat (18/6/2021). (Adriah)

Tembilahan (ANTARA) - Balai Karantina Pertanian Kelas I Pekanbaru menargetkan ekspor komoditas pertanian yang berasal dari Kabupaten Indragiri Hilir, Riau, dapat meningkat setiap tahunnya.

“Target per tahunnya kita harapkan terus meningkat seperti di tahun ini kita menargetkan sebesar 20 persen dari tahun sebelumnya dan meningkat hingga 40 persen di tahun-tahun berikutnya,” ucap Kepala Sub Koordinator Pengawasan dan Penindakan Balai Karantina Pertanian Kelas I Pekanbaru, Ferdi didampingi Kepala Wilayah Kerja Balai Karantina Pertanian Tembilahan, drh Riko Rikardi di Tembilahan.

Ferdi mengungkapkan komoditi ekspor tertinggi di Inhil adalah kelapa beserta turunannya.

Melalui para petani dan pelaku usaha, Ferdi berharap Inhil mampu menciptakan terobosan baru yang dapat menjadi handalan ekspor selain kelapa sebagai upaya akselerasi ekspor produk pertanian dalam mendukung program Gerakan Tiga Kali Lipat Ekspor (Gratieks).

“Baik dari segi volume atau pengirimannya dapat meningkat setiap tahunnya, serta kita harap ada komoditas-komoditas lain selain kelapa yang bisa tumbuh dan jadi handalan ekspor Inhil,” ucap Ferdi.

Ferdi menjelaskan, persentase ekspor tahun 2020 untuk wilayah kerja Tembilahan sebesar sekitar 17 persen dengan komoditas ekspor seperti buah pinang, pisang, cengkeh damar, gula merah, kapulaga, karung guni, kencur, kulit kayu manis, lada biji, madu, nipah, pinang biji, ragi, rempah-rempah, sawit (cangkang), talas, dan tepung sagu.

Selain itu terdapat pula komoditi ekspor kelapa beserta turunannya seperti kelapa bulat, air kelapa, arang, kelapa parut, kelapa serabut, minyak kelapa, minyak kelapa mentah, dan santan kelapa.

Sementara itu, untuk tujuan negara eskpor yakni Algeria, Australia, China, Danmark, France, Germany, Hongkong, Italy, Malaysia, Martinique, Netharlands, New Zearland, Norway, Poland, Saudi Arabia, Singapore, South Afrika, South Korea, Spain, Taiwan, Thailand, Ukraine, UK, US dan Uruguay.

Dalam mendukung program Gerakan Tiga Kali Lipat Ekspor (Gratieks), Ferdi menerangkan bahwa pihaknya rutin melakukan patroli pada jalur-jalur ilegal.

“Kita rutin melakukan patroli mandiri, kemudian patroli bersama TNI, Polri dan Bea Cukai. Baik itu patroli laut dan darat,” tururnya.

Sementara itu, Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Inhil, Edy Indra Kesuma berharap dengan adanya Gratieks bisa meningkatkan ekspor komoditas pertanian di Negeri Hamparan Kelapa Dunia.

“Saya tentunya sangat mengapresiasi dengan adanya Bimtek Gratieks dari Balai Karantina yang menghadirkan instansi dan para pelaku usaha. Tentunya saya berharap kegiatan ini berdampak pada peningkatan ekspor di Inhil,” katanya.

Diketahui pada kegiatan tersebut dihadiri perwakilan Dinas Perkebunan, DinasTPHP,Direkrisi PT KIG, Bea Cukai Tembilahan, Bulog, dan pelaku usaha.

Pewarta :
Editor: Riski Maruto
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar