Sampai kapan pelayanan Roro Bengkalis amburadul?

id Pemkab Bengkalis,Pelabuhan bengkalis

Sampai kapan pelayanan Roro Bengkalis amburadul?

Salah seorang pengguna jasa penyeberangan Roro di Sungai Selari Kecamatan Bukit Batu Kabupaten Bengkalis tidur diatas kursi ruang tunggu demi menunggu antrean akibat dua kapal yang beroperasi. (ANTARA/Alfisnardo)

Bengkalis (ANTARA) - Antrean panjang kendaraan dalam beberapa hari ini terus terjadi di pelabuhan Roll On Roll Off (Roro) Bengkalis. Amburadulnya sistem pelayanan jasa penyeberangan dengan keterbatasan armada selalu menjadi alasan klasik yang disampaikan ke masyarakat oleh Dinas Perhubungan sebagai pihak yang paling bertanggungjawab selama ini.

Hingga Jumat 22 Oktober 2020 antrean panjang terus terjadi di dermaga Roro Sungai Selari Kecamatan Bukit Batu. Bahkan ada yang rela tidur di kursi ruang tunggu pelabuhan dan mesjid demi menunggu antrean berjam-jam agar dapat menyeberang.

Antrean panjang ini terjadi akibat hanya dua kapal armada Roro yang beroperasi, sementara tiga kapal lagi, di antaranya KMP Swarna Putri mengalami kerusakan, sementara KMP Pertiwi dan KMP Mulia Nusantara perawatan ataudocking tahunan.

"Kasihan kita ada masyarakat yang rela tidur di kursi ruang tunggu dan juga di dalam masjid hanya menunggu antrean hingga malam," kata Ruli salah seorang pengguna jasa penyeberangan.

Kejadian seperti ini, kata Ruly, adalah satu dari sekian banyak pertanyaan mendasar yang sering dipertanyakan oleh kebanyakan masyarakat Kabupaten Bengkalis khususnya pengguna jasa penyeberangan Roro.

Wajar kebanyakan masyarakat mempertanyakan hal ini, kenapa? Karena memang pelayanan yang diberikan sering tidak memuaskan dan bahkan bisa dibilang mengecewakan.

Masyarakat memaklumi bahwa penyeberangan Roro merupakan salah satu sentral layanan yang sangat urgen dan seharusnya menjadi perhatian khusus para petinggi di negeri ini. Banyak sektor ekonomi, industri dan sektor-sektor lain yang bersinggungan dengan periuk nasi masyarakat yang bergantung kepada kualitas layanan di pelabuhan Roro ini.

"Antrean panjang dan menumpuk yang disebabkan keterbatasan jumlah armada, penyeberangan merupakan problem klasik yang seharusnya sudah tidak terulang dan harus menjadi catatan penting bagi Dishub Bengkalis," ungkapnya.

Dengan persoalan adanya beberapa kapal yang lagi melakukan docking seperti disampaikan pihak Dishub di sejumlah media massa seharusnya sudah ada formulasi atau langkah antisipasi sehingga kepentingan masyarakat tidak terabaikan dan masyarakat tidak mengulangi pengalaman pahit untuk antre berjam- jam dan bahkan harus rela menginap di pelabuhan.

Tak terbayangkan berapa kerugian yang dialami oleh masyarakat akibat ketidakseriusan dan kelalaian pemerintah dalam hal ini OPD terkait dalam pelayanan penyeberangan Roro ini. Berapa kerugian yang harus ditanggung oleh para pedagang karena dagangannya harus ikut tersandera akibat antrean panjang ini.

"Pastinya banyak pihak-pihak lain yang dirugikan akibat antrean yang terlalu lama ini, " ungkapnya.

Lantas siapa yang harus bertanggungjawab? Kita semua memiliki tanggung jawab untuk mengatasi persoalan ini, masyarakat awam bertanggung jawab untuk mengingatkan para petinggi negeri dan para pemegang mandat rakyat serta (anggota DPRD) bertanggung jawab untuk mengawal aspirasi ini.

"Yang paling bertanggungjawab adalah pemerintah dalam hal ini Dinas Perhubungan Kabupaten Bengkalis. Bahkan saya pribadi kasihan melihat para petugas lapangan yang terlihat lelah dan capek bekerja ekstra di luar jam kerja mereka," kata Ruly.

Penataan jadwal

Pemerhati masyarakat Kabupaten Bengkalis Zulfan Mahendra mengingatkan Dishub Bengkalis agar dapat melakukan penataan terhadap jadwal kapal yang akan melakukan docking tahunan yang berdampak kepada antrean panjang kendaraan di pelabuhan Roro.

Seharusnya setiap kapal yang akan melakukan docking harus dijadwalkan agar kapal yang beroperasi melayani masyarakat tidak terganggu seperti hal yang terjadi saat ini.

"Dari lima kapal yang ada, dua kapal melakukan docking, satu kapal mengalami kerusakan dan hanya dua kapal yang beroperasi, dampaknya kita lihat terjadi antrean kendaraan di pelabuhan," kata Zulfan.

Seharusnya untuk jadwal kapal harus diatur dan hanya satu kapal diperbolehkan untuk docking, kalau seandainya jadwal kapal lain harus juga melakukan docking di saat bersamaan Dishub bisa berkoordinasi dengan pihak Kesyahbandaran untuk menunda jadwal atau mencari kapal pengganti.

"Kalau jadwal docking kapal bersamaan Dishub bisa berkoordinasi dengan Kesyahbandaran untuk meminta salah satu kapal menunda docking atau solusi lainnya mencari kapal pengganti," katanya.

Zulfan juga berharap agar Dishub sebagai pengelola dan penanggungjawab jasa penyeberangan agar bisa memberikan pelayanan yang terbaik kepada masyarakat karena lintas penyeberangan Roro saat ini merupakan urat nadi perekonomian yang saat ini yang sangat dibutuhkan masyarakat.

"Persoalan antrean ini memang salah satu persoalan klasik yang terjadi selama ini, akan tetapi Dishub seharusnya bisa mengatasi persoalan ini apa bila sistem penataannya diatur dengan baik," harapnya.

Antrean kendaraan yang terjadi di Pelabuhan. (ANTARA/Alfisnardo)


Armada tambahan

Untukmengantisipasi antrean kendaraan yang terjadi dalam beberapa hari ini, Dinas Perhubungan Kabupaten Bengkalis mendatangkan kapal tambahan untuk membatu dua kapal yang beroperasi saat ini.

"Memang benar, KMP Persada Nusantara GT 6,40 sudah sampai di pelabuhan Sungai Pakning dan saat ini lagi pengecekan oleh pihak Syahbandar sebelum dioperasikan," ujarSekretaris Dishub Bengkalis Zul Asri ketika dikonfirmasi Antara.

Diakuinya bahwa antrean panjang terjadi di dua pelabuhan Bengkalis dan Sungai Selari Sungai Pakning akibat hanya dua armada yang beroperasi, sementara satu kapal mengalami kerusakan dan dua kapal lagi docking tahunan.

"Minimal dengan beroperasi KMP Persada dapat membantu pelayanan dan mengurangi antrean kendaraan yang terjadi saat ini," kata mantan Kabag Humas Setwan DPRDKabupaten Bengkalis ini.

Terkait jadwal docking kapal ke depannya akan ditinjau ulang agar tidak terjadi penumpukan kapal selama docking dan pelayanan tidak terganggu.

"Saat ini memang dua kapal docking di Batam dan ke depan akan kita tinjau lagi jadwal docking-nya secara bergiliran dantidak mengganggu pelayanan kepada masyarakat," kata Zul Asri.

Pewarta :
Editor: Riski Maruto
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar