Empat Pemusik Mancanegara Tampil Memukau Pada even PIOM Festival 2019

id Berita hari ini, berita riau terkini, berita riau antara, musik,Empat Pemusik Mancanegara

Empat Pemusik Mancanegara Tampil Memukau Pada even PIOM Festival 2019

Penampilan musisi mancanegara pada PIOM Festival di Padang, Minggu (28/10). (Antara/Fathul Abdi)

Padang (ANTARA) - Empat pemusik mancanegara tampil memukau pada rangkaian even Padang Indian Ocean Music Festival 2019 yang digelar di Kelenteng See Hien Kiong, kawasan Kota Tua, Padang, Sumatera Barat (Sumbar).

"Pada malam ini ada empat pemusik mancanegara yang tampil dan menyuguhkan musik yang menarik untuk penonton," kata kurator PIOM Festival Edy Utama, di Padang, Minggu malam.

Baca juga: Musik rock sudah mati atau stagnasikah? Edi Brokoli nilai hadir dengan kemasan lain..

Pemusik tersebut yaitu Mohamed Faizal asal Singapura yang mengeksplorasi musikal menggunakan kecapi Guzheng.

Kemudian kelompok Capangas yang berasal dari Jerman, beranggotakan Christoph Quade Couto, dan Aurelio Jose Dos Santos.

Duo laki-laki tersebut tampil dengan alat musik perkusi dan akordion, serta memainkan musik samba yang merupakan genre musik berakar dari Afrika.

Penampil lainnya adalah Rodrigo Parcjo Trio, Rodrego adalah pemain musik Jazz berasal dari Spanyol.

Uniknya ia tidak "manggung" dengan musisi mancanegara, namun mengajak musisi Indonesia untuk berkolaborasi yaitu Sri Hanuraga, dan Elfa Zulfam.

Penampilan trio ini berhasil menarik perhatian para penonton, dengan eksplorasi musik yang dilakukan.

Penampilan terakhir adalah Daikanyama Kingdom gabungan dari tiga musisi dari Tokyo, Jepang.

Trio beranggotakan Sabue Daisuke, Takuya Fujii, dan Tomotaka itu tampil menawan dengan alat musik biola, akordion, serta gitar akustik.

Kelompok tersebut memainkan berbagai musik mulai dari waltz, latin, dan musik etnik dari negara asalnya Jepang.

Kurator Edy Utama mengatakan masing-masing musisi diberikan waktu tampil dengan durasi selama 25 menit.

Ia juga mengatakan proses kurasi dari even yang digelar oleh Pemkot Padang itu dilakukan semaksimal mungkin, dan dipersiapkan sejak April 2019.

PIOM Festival sudah dilangsungkan sejak Jumat (25/10), dan Sabtu (26/10) di dilangsungkan di Gor H Agus Salim, lalu pada Minggu (27/10) di Kelenteng kawasan Kota Tua.

Salah seorang warga Yunita (31) berharap kegiatan tahunan yang sudah diselenggarakan sejak 2017 itu tetap digelar, dan dibuat lebih meriah.

Kegiatan ditutup dengan "main bareng" (jam session) oleh empat kelompok pemusik mancanegara itu dan berakhir sekitar pukul 23.00 WIB.

Baca juga: Grup band Slank sukses tutup kemeriahan konser "Musik Untuk Republik"

Baca juga: Siti Badriah mengaku bangga tampil di konser "Musik Untuk Negeri" meski tak dibayar


Pewarta : Fathul Abdi

Pewarta :
Editor: Vienty Kumala
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar