Konflik Lahan Antara Transmigran dan Penduduk Lokal di Kalteng, Menteri Desa PDTT Kirim Tim

id konflik lahan, antara transmigran, dan penduduk, lokal di, kalteng menteri, desa pdtt, kirim tim

Konflik Lahan Antara Transmigran dan Penduduk Lokal di Kalteng, Menteri Desa PDTT Kirim Tim

Pekanbaru, (Antarariau.vom) - Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi, Eko Putro Sandjojo mengatakan telah mengirimkan tim untuk menyelidiki dan mencarikan solusi terkait klaim lahan transimgran oleh penduduk lokal di Kotawaringin Barat, Provinsi Kalimantan Tengah.

"Itu saya dapat masukan. Kita kirim tim nanti kita coba cari penyelesaian," kata Mendes PDTT Eko Putro Sandjojo kepada Antara dalam kunjungan kerja di Kabupaten Kampar, Riau, Rabu.

Eko mengatakan belum mendapat informasi rinci terkait kasus klaim lahan transimgran di Unit Pemukiman Transmigram (UPT) Kumai Seberang, Kotawaringing Barat itu.

Namun Eko mengatakan pada dasarnya cukup banyak kasus serupa yang terjadi pada lahan transimgran tersebut. Meski begitu, ia mengatakan pihaknya selalu berupaya menemukan dan beberapa diantaranya berhasil memecahkan dengan sejumlah solusi.

Diantara solusi yang berhasil mengatasi kejadian diatas adalah dengan memberikan kompensasi kepada ahli waris atau merelokasi para transimgran.

"Kasus-kasus itu pasti ada. Tidak mungkin tidak ada, dan kita selesaikan juga. Kita pindahkan atau kasih kompensasi kepada ahli waris, kalau masa lalunya belum memperoleh kompensasi," ujarnya.

Untuk diketahui, klaim lahan itu terjadi pada 275 hektare lahan UPT Kumai yang ditanami dan telah menghasilkan tandan buah sawit serta telah menjadi tempat tinggal para transmigram sejak 10 tahun terakhir. Sebanyak 56 kepala keluarga (KK) dari 275 KK transimgran bahkan memilih untuk meninggalkan UPT tersebut.

Lebih jauh, dia meminta agar kasus-kasus seperti diatas jangan terlalu dibesarkan sehingga menghentikan program transmigrasi yang ia nilai memberikan dampak positif peningkatan ekonomi di luar Pulau Jawa.

"Jangan gara-gara kasus kita mundur. Kita hadapi dan selesaikan. Karena transmigrasi telah membantu ekonomi di luar Jawa cukup banyak," tuturnya.

Sementara itu, saat disinggung semangat pemerintah dalam menjalanak program transmigrasi yang dinilai sedikit mengendur, Eko membantahnya. Dia mengatakan pemerintah terus menggulirkan program transmigrasi, terutama peningkatan ekonomi masyarakat transmigrai.

"Buktinya kita bangun "rice mill" di beberapa tempat untuk memberi nilai tambah bagi petani," ujarnya.

Selain itu, dia juga mengatak program transmigrasi terus digalakkan karena terbukti mampu menjadikan lebih dari 1.200 desa definitif di luar pulau Jawa, termasuk diantaranya 400 kecamatan dan 102 kabupaten.

"Bahkan dua dari ibu kota provinsi juga awalnya dari transmigrasi. Kalimantan Utara dan Sulawesi Bara. Jadi (peran) transmigrasi sangat besar," cetus Eko.

***4***