Gubernur: Hilangkan Ego Sektoral Untuk Pariwisata Riau

id gubernur hilangkan, ego sektoral, untuk pariwisata riau

Gubernur: Hilangkan Ego Sektoral Untuk Pariwisata Riau

Pekanbaru, (Antarariau.com) - Pelaksana Tugas Gubernur Riau, Arsyadjuliandi Rachman, meminta seluruh pemerintah di 12 kabupaten/kota di daerah itu untuk menghilangkan ego sektoral demi memajukan sektor pariwisata Riau.

"Tidak ada lagi ego sektoral, kita harus bersama-sama koordinasikan untuk membangun pariwisata Riau," kata Arsyadjuliandi Rachman, usai melakukan rapat kerja program pariwisata Riau, di Kota Pekanbaru, Rabu.

Setelah Kepulauan Riau menjadi provinsi sendiri dan terpisah dari Provinsi Riau tahun 2004, sektor kepariwisataan Riau terus melemah karena didera berbagai masalah. Kendala infrastruktur menjadi penyebab terbesar sektor pariwisata Riau jadi kurang menarik bagi wisatawan, dan Arsyadjuliandi Rachman menambahkan adanya ego sektoral membuat masalah-masalah tidak pernah ditangani sampai tuntas.

"Sekarang ini saya coba kumpulkan semua pemerintah daerah yang mau memajukan pariwisata untuk duduk bersama-sama. Semua instansi juga dilibatkan bukan hanya dinas pariwisata, tapi juga dinas infokom, Bappeda, badan penanaman modal hingga badan penelitian dan pengembangan daerah," kata pria yang akrab disapa Andi Rachman ini.

Andi Rachman meminta semua instansi dari pemerintah kabupaten/kota dan provinsi lebih serius dalam membenahi destinasi wisata, produk cinderamata, dan acara-acara sudah masuk dalam kalender wisata nasional.

"Semuanya harus kita lebih gali lagi, dan ditingkatkan," ujarnya.

Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Riau, Fahmizal Usaman, mengatakan Riau harus bisa berkontribusi optimal dalam mewujudkan target kunjungan wisata nasional hingga 20 juta wisatawan pada tahun ini. Menurut dia, pembenahan perlu dilakukan secara bertahap dengan perencanaan yang matang dan melibatkan masyarakat setempat.

"Yang cari sekarang ini bagaimana kita bisa menjual Riau sebagai destinasi wisata," ujarnya.

Bupati Siak, Syamsuar, mengatakan semangat kebersamaan ini adalah yang dibutuhkan untuk kemajuan pariwisata Riau karena pemerintah daerah tidak mungkin bisa berjalan sendiri-sendiri. Ia mengatakan Pemerintah Kabupaten Siak akan menjagokan iven balap sepeda "Tour de Siak" agar bisa diperluas dan melibatkan semua pihak.

Selama dua tahun terakhir, pemerintah setempat sudah cukup sukses membawa "Tour de Siak" masuk menjadi agenda tahunan asosiasi balap sepeda nasional yang diikuti pebalap sepeda domestik dan mancanegara.

"Kalau bisa Tour de Siak melibatkan sejumlah daerah lain, seperti Kabupaten Pelalawan dan Bengkalis sehingga rutenya menjadi lebih panjang dan makin menarik," kata Syamsuar seraya menambahkan "Tour de Siak" tahun ini dijadwalkan pada bulan September 2015. (Adv)