Disnak Dumai Temukan Sapi Berpenyakit Cacing Hati

id disnak dumai temukan sapi berpenyakit cacing hati

  Disnak Dumai Temukan Sapi Berpenyakit Cacing Hati

Dumai, Riau, (Antarariau.com) - Dinas Peternakan, Perikanan dan Kelautan (Disnakkanla) Kota Dumai Riau menemukan dua kasus hewan sapi yang disembelih pada Idul Adha lalu menderita penyakit cacing hati.

"Dua kasus sapi menderita penyakit cacing hati ini ditemukan pada saat pemotongan hewan kurban Idul Adha kemarin yang dilaporkan warga kepada kita," katanya kepada pers, Selasa.

Dia mengungkapkan, kasus cacing hati pada hewan sapi ini ditemukan di Masjid Istiqomah Kelurahan Rimba Sekampung Kecamatan Dumai Kota dan Musalla Nuruddin Simpang Kompi Kecamatan Bukit Kapur.

Pada saat proses penyembelihan hewan kurban Idul Adha tahun 2014 pada Minggu (5/10/2014), Disnakkanla Kota Dumai menemukan hewan kurban yang mengalami masalah kesehatan, yakni sapi penderita cacing hati.

Menurutnya, penyakit cacing hati yang diderita sapi tidak layak untuk dikonsumsi manusia dan petugas langsung mengambil untuk dilakukan pemusnahan.

"Dalam kasus ini, hati sapi tersebut tidak layak untuk dimakan, sedangkan dagingnya masih bisa dikonsumsi, dan petugas telah membuang hati hewan kurban tersebut," jelasnya.

Dia menjelaskan, pada Idul Adha 1435 H/2014 ini, jumlah keseluruhan hewan kurban yang disembelih masyarakat Dumai tercatat sebanyak 1.903 ekor, terdiri dari 1.524 ekor sapi, kambing 377 ekor dan kerbau 2 ekor.

Jumlah hewan kurban tersebut, lanjutnya, mengalami penurunan dibanding musim Idul Adha 2013 lalu, yaitu sebanyak 2.051 ekor, atau berkurang 148 ekor pada 2014 ini.

"Laporan yang terhimpun di semua tempat penyembelihan hewan kurban ialah sebanyak 1.903 ekor, dan hanya dua kasus penyakit cacing hati, selebihnya telah berjalan sukses serta lancar," ungkapnya.

Pemkot Dumai tahun ini kembali menyumbangkan 38 ekor sapi kepada sejumlah masjid dan musalla yang melakukan penyembelihan, bertujuan selain partisipasi, juga untuk mendistribusikan daging bagi masyarakat berhak dan kurang mampu di lingkungan sekitar.