Kabel aki ekskavator sampah dicuri, kerja DLH Meranti jadi terhambat

id Ekskavator meranti, kabel aki dicuri, sampah meranti,Sampah meranti

Kabel aki ekskavator sampah dicuri, kerja DLH Meranti jadi terhambat

Satu unit eskavator pengangkut sampah di TPS Jalan Rumbia Selatpanjang yang dicuri kabel akinya oleh maling. (ANTARA/Rahmat Santoso/21)

Selatpanjang (ANTARA) - Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Kepulauan Meranti mengaku kesal setelah komponen alat ekskavator yang digunakan untuk mengeruk sampah dicuri oleh orang tidak dikenal (OTK), sehingga pekerjaan menjadi terhambat.

Satu unit ekskavator tersebut merupakan milik Dinas PUPRPKP Kepulauan Meranti yang dipinjamkan kepada DLHKepulauan Meranti, untuk meminimalisir sampah di Tempat Pembuangan Sementara (TPS) di Jalan Rumbia, Kelurahan Selatpanjang Kota.

Menurut Kabid Kebersihan DLH Kepulauan Meranti Husni Mubarak, pencurian itu sudah terjadi dua kali sejak ekskavator diparkir di TPS Rumbia tersebut. Saat alat berat ditinggalkan petugas, ia mengatakan di situlah aksi pencurian terjadi.

Pencurian ini diketahui ketika operator ketika hendak menyalakan ekskavator, namun tidak kunjung menyala. Saat dicek ternyata salah satu bagian komponen ekskavator berupa kabel aki sudah hilang.

"Sudah sepekan ini kami melakukan gerak cepat untuk mengeruk sampah di TPS Jalan Rumbia ini, karena sampahnya sudah melimpah ke jalan. Namun pekerjaan kami menjadi tertunda akibat kabel aki ekskavatornya hilang dicuri dan ini sudah dua kali terjadi," ujar Husni Mubarak, Senin (14/6).

Meskipun alat berat itu dipinjamkan, kata Husni Mubarak, segala kerusakan dan kehilangan onderdil tetap menjadi tanggung jawab penuh oleh pihaknya.

Ia menuturkan harga komponen kabel memang tidak begitu mahal, namun dirinya merasa dibuat repot karena sangat menyita waktu.

"Saat ini sedang dalam proses penggantian kabel oleh mekanik. Harganya memang tidak seberapa, namun gara-gara ini kita dibuat repot," ujarnya.

Kabid Kebersihan mengaku kesal atas kejadian pencurian tersebut. Karena dampaknya terkena kepada pekerjaan petugas selanjutnya.

"Kami harus ngebut dan segera pindah ke TPS Gogok yang sampahnya juga sudah menggunung. Makanya untuk mengantisipasi hal serupa tidak terjadi, tiap sore dan malam kita terpaksa parkirkan ekskavatornya di depan Kantor Camat Tebingtinggi," pungkasnya.

Baca juga: Pekanbaru tambah alat berat maksimalkan penataan sampah di TPA Muara Fajar

Baca juga: Armada bermasalah, DLH Meranti terpaksa angkut sampah secara manual


Pewarta :
Editor: Riski Maruto
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar