Lima WNA terdampar di Bengkalis negatif terinfeksi virus corona

id pemkab bengkalis,WNA terdampar di bengkalis, WNA bebas corona

Lima WNA terdampar di Bengkalis negatif terinfeksi virus corona

Lima WNA asal Thailand dan Inggris yangvterdampar bersama kapal pesiar di Pulau Bengkalis dinyatakan negatif terinfeksi virue corona, hingga 14 hari kedepan kelima WNA tersebut menjalani perawatan di ruang isolasi RSUD Bengkalis. (ANTARA/Alfisnardo)

Bengkalis (ANTARA) - Kepala Dinas Kesehatan (Kadiskes) Kabupaten Bengkalis, Riau, Ersan Saputra mengungkapkan lima Warga Negara Asing (WNA) yang terdampar bersama kapal cepat beberapa hari yang lalu di wilayah PT. Meskom Sejati dinyatakan negatif terinfeksi dari virus corona.

"Lima WNA tersebut, empat berasal dari Thailand dan satu orang berasal dari Inggris setelah menjalani pemeriksaan oleh tim tidak ditemukan gejala terinfeksi virus corona," ujar Ersan, Senin (24/2).

Walaupun dinyatakan negatif, kelima WNA tersebut tetap akan diisoloasi selama 14 hari, hal ini dilakukan melihat perjalanan kapal pesiar mereka pernah singgah di Singapura.

"Proses isolasi kelima WNA tersebut baru berjalan dua hari, kita harapkan pihak Imigrasi bisa segera bisa berkomunikasi dengan duta besar kedua negara bersangkutan, agar kelima WNA tersebut bisa segera dipulangkan," kata Ersan.

Ditambahkannya, Badan SAR Nasional (Basarnas) Bengkalis mengevakuasi lima orang WNA di atas kapal berbahan serat kaca yang terdampar di perairan Selat Melaka tepatnya sekitaran Desa Meskom Bengkalis, Sabtu (22/02/20) petang lalu. Mereka terdampar karena mesin kapal mengalami kerusakan.

"Kelima orang ini adalah Naithan Phaetphiriyachidachot (14) laki-laki WN Thailand, Ratdawan Phraechaisong (47) Perempuan, WN Thailand, Budsaba Phaechaisong (41), Perempuan, WN Thailand, Det Thummanee (40), laki-laki WN Thailand, dan Roger Antony Pumphrey (50), laki-laki, WN Inggris," jelas Ersan.

Baca juga: RSUD Bengkalis observasi lima WNA terdampar

Baca juga: Kapal WNA terdampar di Pulau Bengkalis akibat kerusakan mesin


Pewarta :
Editor: Riski Maruto
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar