Kampar cegah stunting dengan "3P"

id stunting kampar, stunting riau

Kampar cegah stunting dengan "3P"

Ketua Ikatan Bidan Indonesia (IBI) Kabupaten Kampar, Susilawati, SKM, MPH (ANTARA/HO)

Bangkinang (ANTARA) - Ketua Ikatan Bidan Indonesia (IBI) Kabupaten Kampar, Susilawati, SKM, MPH mengajak seluruh bidan berperan aktif mencegah stunting (pertumbuhan anak tidak sempurna) mengingat dampak negatif dari penyakit ini bagi generasi produktif.

"Kementerian Kesehatan RI saat ini tengah berjuang agar Indonesia terbebas dari stunting, maka sejalan dengan program nasional itu seluruh bidan diminta berperan aktif mencegah kasus itu. Apalagi di Kabupaten Kampar data stunting cukup mengkhawatirkan", kata Susi dalam seminar seminar HUT IBI ke-68 di Kampar, Senin.

Lokus stunting di Kabupaten Kampar yang ditetapkan Kementerian dari nilai persentasi angka terdapat di 10 desa yakni Aur kuning (46,67 persen), Terusan (24,24 persen), Gajah Bertalut (3,03 persen), Tanjung Karang (19,15 persen), dan Sungai Bunga (56,06 persen).

Berikutnya, Desa Bangun Sari (5,06 persen), Danau Lancang (15,72 persen), Ranah Singkuang (28,37 persen), Pulo Jambu (3,28 persen), dan Pandau Jaya (2,06 persen).

Dia menjelaskan, untuk mendukung program nasional pemberantasan stunting tersebut, perlu gerakan 3P yaitu Peduli, Pahami dan Partisipasai.

Tiga langkah itu maksudnya adalah peduli lingkungan sekitar, memahami dengan mencari informasi sebanyak mungkin tentang stunting, dan berpartisipasi memberikan informasi yang benar pada keluarga serta melakukan edukasi.

"Peran bidan sangat tinggi dalam pencegahan stunting ini, dimulai dari aktif memberikan penyuluhan akan pentingnya gizi pada remaja putri untuk meminum tablet tambah darah. Karena mencegah stunting tidak bisa dimulai saat bayi telah lahir, namun sejak remaja putri, mustahil stunting dapat dicegah bila anemia pada remaja putri tinggi, ibu hamil kekurangan gizi, ASI eksklusif rendah, gizi pada balita kurang bahkan buruk," terangnya.

Dikatakannya, bahwa dirinya sudah menandatangani komitmen bersama perangkat daerah saat rembug stunting pada 1 Oktober 2019 di Balai Bupati.

Keseriusan bidan untuk mendukung target secara nasional itu dibuktikannya secara langsung, dimana sehari setelah itu yakni pada 2 Oktober, Ketua IBI langsung melakukan gerakan nenek peduli stunting, dengan memberikan penyuluhan dan informasi tentang stunting, bahaya dan pencegahannya pada lansia di Desa Kualu, Kecamatan Tambang.

"Dengan kepedulian lebih banyak dari lapisan masyarakat angka stunting dapat dikurangi khususnya di Kabupaten Kampar," ujarnya.

Baca juga: Rvitalisasi posyandu untuk cegah stunting di Riau

Baca juga: Cocok untuk pengganti nasi dan cegah stunting, Wagub Riau ajak masyarakat konsumsi sagu


Pewarta :
Editor: Riski Maruto
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar