Klub-klub Eropa enggan pakai Ozil. Kok bisa?

id ozil, arsenal

Klub-klub Eropa enggan pakai Ozil. Kok bisa?

M Ozil (arsenal.com)

Jakarta (Antaranews Riau) - Masa depan gelandang flamboyan Arsenal Mesut Ozil masih menjadi tanda tanya besar, dengan ia tidak lagi masuk dalam skuat utama dari pelatih Unai Emery.

Pelatih asal Spanyol itu tertarik untuk menjual mantan gelandang tim nasional Jerman di musim panas, karena Emery ingin memperoleh dana lebih besar untuk rencana membangun skuatnya di Arsenal.

Namun, jumlah gaji Ozil sebesar 350.000 poundsterling per pekan (sekitar Rp6,35 miliar) - perpanjangan kontraknya tahun lalu - terus menjadi kendala bagi klub-klub lain yang ingin merekrutnya.

Baca juga: MU Perpanjang Kontrak Martial Sampai 2024, ini alasan Solksjaer

Dan menurut sejumlah laporan di Italia, Inter Milan telah menolak opsi untuk mendatangkan gelandang berusia 30 tahun itu musim panas ini.

Inter telah dikaitkan dengan Ozil selama beberapa bulan belakangan dan dengan The Gunners secara aktif berusaha untuk menjual Ozil pada akhir musim.

Arsenal disebut-sebut telah menghubungi Nerazzurri terkait kemungkinan transfer itu. Namun, para petinggi Inter tidak tertarik untuk mengambil Ozil bahkan Arsenal secara efektif memberikan biaya transfer sang pemain.

Baca juga: Juventus kalahkan Sassuolo 3-0 di Stadion Citta del Tricolore

Inter dianggap tidak tertarik karena penampilan sang juara Piala Dunia tersebut mengecewakan dalam beberapa bulan terakhir.

Menurut Calciomercato yang dilansir Mirror.co.uk, Arsenal juga baru-baru ini mendekati Juventus untuk melego Ozil. Namun, sang juara Italia itu juga menjelaskan bahwa mereka tidak tertarik dengan sang pemain.

Secara keseluruhan, status Ozil di Arsenal tidak jelas meski baru memperpanjang kontrak tahun lalu. Ia mendapatkan gaji sekitar 18 juta poundsterling (sekitar Rp326,9 miliar) per tahun.

Pemain asal Jerman tersebut tidak masuk skuat Arsenal saat menang 2-1 kontra Huddersfield pada Sabtu.

Baca juga: Sadis, Manchester City cukur Chelsea 6-0
Pewarta :
Editor: Riski Maruto
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar