Ini Kunci Kemenangan Ganda Minions Pertahankan Indonesia Masters 2019

id Kevin/marcus,minions,bulu tangkis

Pasangan atlet bulu tangkis putra Indonesia Kevin Sanjaya Sukamuljo/Marcus Fernaldi Gideon, atau akrab disapa pasangan Minions, merebut gelar juara pertama mereka pada 2019 dalam turnamen Malaysia Masters. (Antaranews/Humas PBSI)

Jakarta (Antaranews Riau) - Atlet bulu tangkis ganda putra Indonesia Kevin Sanjaya Sukamuljo/Marcus Fernaldi Gideon, sukses mempertahankan gelar juara dalam turnamen Indonesia Masters 2019. Ganda yang kerap dipanggil “Minions” ini mengalahkan pasangan senior Indonesia, Hendra Setiawan/Mohammad Ahsan pada laga final di Stadion Istora Senayan, Jakarta, Minggu.

Pasangan Minions menang dalam dua gim langsung 21-17, 21-11. Pertandingan final di turnamen Super 500 itu berlangsung selama 26 menit. Ada beberapa fakta yang menjadi kunci kemenangan Kevin/Marcus, berikut ini lengkapnya.

Hafal Permainan Lawan

Pasangan Minions bisa menang karena sudah hafal permainan lawannya di final. Tentu saja ini karena Hendra/Ahsan juga berasal dari Indonesia..

"Kami sering berlatih bersama mereka. Kami sudah tahu kekurangan dan kelebihan masing-masing sehingga kami melakukan persiapan diri," kata Kevin seusai pertandingan di Istora.

Dua pasangan ganda itu sudah tujuh kali bertemu dalam pertandingan resmi, dan catatan pertemuan kedua pasangan itu kini menjadi 5-2 bagi Kevin/Marcus atas ganda seniornya itu.

Sementara itu, Marcus mengatakan Indonesia memang unggul pada sektor ganda putra karena punya banyak bibit atlet-atlet ganda yang bagus.

Pasangan atlet bulu tangkis putra Indonesia Kevin Sanjaya Sukamuljo/Marcus Fernaldi Gideon, atau akrab disapa pasangan Minions, merebut gelar juara pertama mereka pada 2019 dalam turnamen Malaysia Masters (Antaranews/Humas PBSI)


Ahsan Bermain Buruk

Permainan ganda senior Hendra/Ahsan banyak melakukan kesalahan dan tampak kesulitan mengembalikan bola pada gim pertama sehingga terkejar dari 9-6 hingga 9-13 pada gim pertama.

Serangan Ahsan untuk mengembalikan bola-bola Minions juga beberapa kali membentur net sehingga pasangan senior peringkat delapan dunia itu pun semakin tertinggal 11-13, 12-15, dan 15-19.

Minions merebut gim pertama ketika Ahsan gagal mengembalikan serangan yang berakhir membentur net 17-21.

Beberapa kali pukulan Hendra/Ahsan keluar pada awal gim kedua sehingga mereka tertinggal 0-3, 1-4, serta menjadi 2-6.

Kevin sempat meminta peninjauan ulang (challenge) terkait servis Ahsan. Permintaan itu dikabulkan wasit, servis Ahsan terlalu tinggi dan skor menjadi 7-5 bagi Minions.

Baca juga: Marcus/Kevin Balaskan Kekalahan Untuk Final Jepang Terbuka

Pukulan tipuan silang Ahsan sukses menyamakan skor menjadi 8-8. Tapi, serangan Hendra yang terkena net dan skor menjadi 10-11.

Permainan pasangan Indonesia yang pernah meraih gelar juara 2013 dan 2015 itu pun seakan gagal fokus permainan hingga skor menjadi 10-13, 10-14, dan 10-15.

Dua ganda Indonesia itu sempat jual-beli reli pukulan jelang akhir gim kedua. Skor bagi Hendra/Ahsan tidak berkembang dari 11-18, 11-19, hingga 11-20. Pada serangan Marcus terakhir, Ahsan memutar badan untuk mengembalikan serangan itu, tapi bola itu justru masuk bidang lapangan Hendra/Ahsan.

Minions kembali memetik gelar juara Indonesia Masters setelah meraih gelar serupa pada 2018 dengan mengalahkan pasangan China Li Junhui/Liu Yuchen dalam tiga gim 11-21, 21-10, 21-16.

Baca juga: Melaju Ke Babak Semifinal Denmark Terbuka, Pasangan Minions Hadapi Seniornya Hendra-Hasan

Baca juga: Juara Ganda Putra All England 2018, Segini Bonus Kevin/Markus dari Menpora


Pewarta :
Editor: Febrianto Budi Anggoro
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar