BMKG Temukan Enam Titik Panas Pulau Sumatera

id bmkg temukan, enam titik, panas pulau sumatera

BMKG Temukan Enam Titik Panas Pulau Sumatera

Pekanbaru (Antarariau.com) - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyebut, enam titik panas terdeteksi oleh satelit berada di Sumatera.

Kepala Seksi Data dan Informasi BMKG Stasiun Pekanbaru, Slamet Riyadi di Pekanbaru, Senin, berujar, satelit memantau keberadaan titik panas, setelah pada pagi hari dinyatakan nil.

"Sore ini atau tepatnya pukul 16.00 Wib, enam hotspot (titik panas) terpantau satelit berada di Pulau Sumatera," ucapnya.

Ia merinci, keenam titik panas tersebut terdapat pada dua provinsi di pulau terbesar ketiga di Indonesia itu yakni Sumatera Utara lima titik dan Riau satu titik.

Hotspot itu, katanya, berdasarkan data yang dirilis oleh Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN) dari pantauan satelit milik NASA yakni Terra dan Aqua.

Dia jelaskan, satu hotspot di wilayah Riau berada di Kabupaten Pelalawan atau lebih tepatnya terpantau di Kecamatan Merbau.

"Satu titik panas itu, belum jadi titik api karena baru miliki angka 51 persen. Analisa kami dan LAPAN nyatakan, titik itu baru muncul. Bisa hilang, jika turun hujan," terang Slamet.

Badan Nasional Penanggulangan Bencana dilaporkan, telah menghentikan operasi pengeboman air di Provinsi Riau, setelah wilayah tersebut dipastikan memasuki musim hujan.

"Dua helikopter terakhir, telah ditarik BNPB kemarin (Ahad, 30/10). Sementara ini operasi pengeboman air dihentikan," kata Kepala Bidang Kedaruratan Badan Penanggulangan Bencana Daerah Provinsi Riau, Jim Gafur.

Ia mengatakan, kedua helikopter tipe Sikorsky dan MI-8 yang seharusnya selesai beroperasi pada awal Oktober lalu, akhirnya diperpanjang hingga akhir 30 Oktober 2016.

Hal itu dilakukan karena kebakaran hutan dan lahan di Riau terpantau masih terus terjadi di sejumlah wilayah seperti Kampar dan Kepulauan Meranti.

"Saat itu memang hujan masih minim. Namun, kini BMKG setempat telah pastikan Riau memasuki musim hujan hingga Desember," urainya.