Rengat (ANTARA) - Opsnal Satreskrim Polres Indragiri Hulu, Polda Riau mengamankan Fernando Raja Gukguk alias Dollong Aritonang (21) yang melarikan diri ke Samosir, Sumatra Utara setelah membunuh Jidon Kik, seorang satpam kebun dan melukai Esaul Mbatu.
Kapolres Indragiri Hulu (Inhu) Riau AKBP Fahrian Saleh Siregar, Kamis, mengatakan, Fernando adalah tersangka penganiayaan dengan cara pengeroyokan bersama tersangka lain.
"Fernando berhasil ditangkap dari persembunyiannya pada Minggu (23/2) sekira pukul 18.00 WIB di Samosir," katanya di Rengat.
Pria kelahiran kecamatan Deli Kota Medan itu dicokok Polisi berdasarkan Daftar Pencarian Orang (DPO) nomor 6/II/2025
Fernando Raja Gukguk adalah DPO atas dugaan tindak pidana penghilangan nyawa orang lain secara terang - terangan bersama pelaku lainnya.
Dan telah melakukan kekerasan kepada security kebun inisial Jidon Kik hingga kehilangan nyawa dan Esaul Mbatu terluka parah pada Oktober 2024 lalu.
Pengejaran dan penangkapan Fernando di Kabupaten Samosir Sumatra Utara bekerjasama dengan Polres setempat.
"Saat ini tersangkanya sudah dibawa ke Mapolres Inhu untuk diproses hukum," ujarnya.
Fernando adalah tersangka dalam pengembangan penyidikan terhadap Pardamean Damanik, Jonatan Nababan, Herman Simare-mare, Petrus Sahbela Siagian dan Simon Petrus Girsang.
Penyidik menemukan alat bukti keterlibatan Fernando yang ikut melakukan pengeroyokan terhadap korban Jidon Kiki dan melukai Esaul Mbatu.
Bahkan, lanjut Kapolres Inhu bahwa pengakuan tersangka lainnya menyebutkan peran tersangka Fernando bersama tersangka lainnya Midian Naenggolan alias Opung Baik masih DPO ikut menyeret tubuh korban yang sudah lemas.
"Dalam keadaan berdarah dari bawah pohon kelapa sawit hingga ke jalan poros dengan jarak sekitar lima meter," sebutnya.
Pengakuan tersangka, melakukan perbuatan kekerasan itu dikarenakan merasa kesal kepada korban yang telah mencoba melakukan pemerkosaan kepada dua orang anak gadis dari Herman Simare-mare.
Pasca penangkapan kepada Fernando Raja Gukguk, enam orang diantaranya sudah diamankan.
Lima orang lainnya atas nama Midian Naenggolan, alias Opung Baik, James Butar-Butar, Aston Sitorus alias Torus Pangkas, Bukit Silalahi dan Parningotan Simanjuntak masih diburu polisi.