Pekanbaru (ANTARA) - Sejumlah mahasiswa dari Universitas Islam Riau (UIR) dan Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Pekanbaru menggelar aksi unjuk rasa di depan Gedung DPRD Provinsi Riau, Pekanbaru, Rabu.
Dua kelompok mahasiswa melakukan aksi di tempat berbeda yakni mahasiswa UIR melakukan aksi di depan gerbang masuk gedung DPRD sementara massa HMI melakukan aksi di depan gerbang keluar DPRD Riau.
Keduanya menyampaikan orasi dengan tuntutan yang sama yakni kritikan terhadap kebijakan efisiensi anggaran kementerian dan lembaga yang dinilai berdampak negatif, seperti naiknya UKT mahasiswa dan banyak staf yang di PHK.
HMI menyoroti efiensi anggaran demi program makan siang bergizi gratis namun faktanya tidak sepenuhnya dialokasikan untuk program MBG.
"Kami menilai efisiensi anggaran untuk makan siang gratis itu justru mengancam Pendidikan Indonesia karena anggaran kementerian dan universitas yang dipangkas," ujar orator.
Mereka khawatir efisiensi ini akan membuat naiknya Uang Kuliah Tunggal (UKT) sehingga semakin menyulitkan generasi penerus bangsa untuk menempuh pendidikan tinggi.
"Kami juga mendesak pencairan beasiswa 6.000 mahasiswa di Riau," sebut perwakilan massa aksi.
Kemudian, tuntutan lainnya yakni mendesak pengesahan UU Perampasan Aset terhadap para koruptor, menolak RUU TNI-Polri, mencabut dan menyetop Proyek Strategis Nasional (PSN) yang bermasalah.
Tampak massa aksi menggunakan mobil pickup dengan spanduk bertuliskan "Rp2,21 T Indonesia Gelap"dengan dikawal seratusan aparat kepolisian.
Diketahui, aksi "Indonesia Gelap" ini juga berlangsung di sejumlah daerah di Indonesia sejak beberapa hari terakhir.
Hingga berita ini diturunkan belum ada perwakilan anggota DPRD Riau yang menemui mahasiswa. Para demonstran bertahan menyampaikan orasi hingga Rabu sore.