Kota Melbourne dibuka kembali setelah berbulan-bulan "lockdown"

id Berita hari ini, berita riau terbaru, berita riau antara, corona

Kota Melbourne dibuka kembali setelah berbulan-bulan "lockdown"

Sejumlah murid mulai masuk sekolah hari pertama secara tatap muka setelah beberapa waktu belajar secara daring dari rumah untuk mencegah penyebaran wabah virus corona (COVID-19) di Brisbane, Australia, Senin (11/5/2020). RS/TM) (ANTARA/REUTERS/AAP Image/Dan Peled/TM/aa.)

Sydney (ANTARA) - Kota Melbourne di Australia pada Rabu dibuka kembali setelah pemberlakuan karantina wilayah (lockdown) yang ketat selama lebih dari tiga bulan akibat COVID-19.

Restoran-restoran dan kafe di Melbourne --kota yang ditinggali lima juta penduduk-- mulai Rabu diizinkan untuk dibuka lagi.

Baca juga: Epidemiolog: Waspadai penularan COVID-19 saat makan bersama

Pembatasan pada acara kumpul-kumpul juga dilonggarkan, sehingga dua orang dewasa beserta para tanggungan mereka dari satu rumah boleh berkunjung ke rumah lain.

Melbourne, kota yang paling parah terkena dampak virus di Australia, diisolasi pada awal Juli setelah wabah gelombang kedua muncul hingga meningkatkan jumlah kasus harian menjadi lebih dari 700 pada awal Agustus.

Ibu kota Negara Bagian Victoria tersebut melaporkan dua kasus COVID-19 baru pada Rabu, setelah tidak ada infeksi dalam dua hari sebelumnya.

Victoria selama ini merupakan pusat penyebaran virus corona di Australia.

Hingga kini, Australia telah melaporkan lebih dari 27.500 infeksi virus corona jenis baru.

Jumlah itu jauh lebih kecil dibandingkan dengan jumlah kasus COVID-19 di banyak negara maju lainnya.

Victoria mencatatkan sedikitnya 90 persen dari 907 kematian yang terjadi di negara itu akibat COVID-19.

Negara bagian terpadat kedua di Australia itu melaporkan dua kematian dalam 24 jam terakhir.

Baca juga: Penumpang KM Sabuk Nusantara 83 diimbau untuk jalani tes usap di RS terdekat

Baca juga: Pasien dinyatakan sembuh COVID-19 Senin bertambah 3.908 jadi 317.672 orang


Sumber: Reuters

Penerjemah: Tia Mutiasari
Pewarta :
Editor: Vienty Kumala
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar