Program pengembangan Desa Wisata Bahari harus lebih banyak libatkan warga setempat

id Berita hari ini, berita riau terbaru, berita riau antara, wisata

Program pengembangan Desa Wisata Bahari harus lebih banyak libatkan warga setempat

Ilustrasi--Pantai Perawan Pulau Pari. Turis domestik berwisata di Pantai Perawan, Pulau Pari, Kepulauan Seribu, Jakarta, Minggu (19/11/2017). Pulau Pari menjadi salah satu dari sekian banyak tujuan wisata bahari di Kepulauan Seribu. (ANTARA FOTO/R. Rekotomo)

Jakarta (ANTARA) - Program Desa Wisata Bahari di sejumlah wilayah pesisir harus melibatkan lebih banyak warga lokal agar mendapat dukungan dan sukses dalam pengembangannya.

"Semua program berkenaan dengan wisata bahari bakal memberi manfaat sepanjang masyarakat setempat terlibat perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi," kata Direktur Eksekutif Pusat Kajian Maritim untuk Kemanusiaan,Abdul Halim kepada Antara di Jakarta, Rabu.

Baca juga: Jelang PSBB total, TMII dikunjungi sebanyak 3.000 lebih wisatawan

Menurut dia, hal seperti itu sudah dicontohkan oleh sejumlah instansi seperti Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi.

Ia meyakini bila masyarakat di sekitar desa lebih terlibat, maka akan banyak bermunculan desa wisata dengan kekhasan masing-masing.

Sebelumnya Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) juga telah menggelar berbagai pelatihan agar warga dapat menjadi pengelola wisata bahari yang andal dalam rangka menjaga pelestarian alam sekaligus menjaga keberlanjutan ekosistem.

"Program pengembangan Desa Wisata Bahari merupakan kebijakan KKP dalam mengembangkan wisata bahari berbasis keberlanjutan ekosistem dan masyarakat lokal, dengan memberikan peluang bagi desa untuk mengembangkan desa dengan potensi wisata yang dimilikinya," kata Dirjen Pengelolaan Ruang Laut KKL, Aryo Hanggono.

Menurut dia, ini perlu dilakukan mengingat pengelolaan wisata bahari yang baik dapat memberikan nilai tambah ekonomi dari adanya jasa-jasa lingkungan ekosistem atau budaya pesisir yang ada, guna meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir.

uga: Pemerintah kembangkan wisata bahari berbasis desa pesisir

Sementara itu Direktur Jasa Kelautan KKP Mitahul Huda menyampaikan bahwa melalui kegiatan bimbingan teknis pengelola Dewi Bahari KKP lebih menitikberatkan kepada pengelolaan kawasan wisata, penguatan kelembagaan, dan digital promotion untuk ekoeduwisata bahari.

Ia memaparkan bahwa wisata bahari bukan hanya untuk meningkatkan ekonomi, namun juga sekaligus sebagai pelestarian alam guna menjaga keberlanjutan ekosistem.

”Kegiatan ini akan menjadi bekal bagi pengelola wisata bahari ke arah yang lebih baik dengan tetap menitik- beratkan pada keberlanjutan ekosistem," tutur Huda.

Baca juga: BPS catat jumlah kunjungan wisatawan mancanegara ke Indonesia naik tipis pada Juli 2020

Baca juga: Gunung Bromo kembali dibuka untuk wisatawan mulai 28 Agustus 2020


Pewarta: M Razi Rahman

Pewarta :
Editor: Vienty Kumala
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar