Ibu kota Selandia Baru diguncang gempa dua hari berturut-turut

id Berita hari ii, berita riau terbaru,berita riau antara, gempa bumi

Ibu kota Selandia Baru diguncang gempa dua hari berturut-turut

Ilustrasi: Sejumlah pekerja membersihkan reruntuhan tanah setelah sisi sebuah bukit longsor akibat gempa bumi di pinggiran kota Seddon, di wilayah Marlborough, kepulauan Selandia Baru, Jumat (16/8/2013). Gempa dengan kekuatan 6,5 melanda wilayah selatan ibu kota Selandia Baru pada Jumat, membuat pekerja dan warga Wellington panik dan keluar ke jalan, tetapi hanya menyebabkan kerusakan kecil usai gempa kekuatan sama melanda kota sisi pelabuhan ini. Gempa yang melanda wilayah ujung utara Selandia baru ini berada di kedalaman 8 km, serupa dengan guncangan kuat yang menghancurkan kota selatan Chritschurch pada 2011. (ANTARA/REUTERS/Anthony Phelps/TM)

Wellington (ANTARA) - Ibu kota Selandia Baru, Wellington, diguncang gempa berkekuatan 5,2 magnitudo pada Selasa, demikian informasi yang diperoleh dari GeoNet, laman pemantau gempa.

Guncangan itu merupakan gempa kedua yang terjadi di Wellington dalam dua hari berturut-turut.

Baca juga: Gempa bumi magnitudo 4,3 guncang Liwa-Lampung Barat

Walaupun demikian, otoritas setempat belum melaporkan kerusakan akibat gempa, menurut pantauan berita media setempat dan seorang saksi.

Gempa berkekuatan 5,8 magnitudo mengguncang Wellington, Senin (25/5) saat Perdana Menteri Jacinda Ardern tengah menghadiri wawancara yang disiarkan langsung oleh televisi setempat.

Ia melanjutkan wawancara dengan tenang dan kemudian mengumumkan tidak ada kerusakan akibat gempa.

Selandia Baru berada di sekitar wilayah cincin api, yaitu rangkaian gunung api aktif dan palung laut yang banyak tersebar di Samudera Pasifik. Kota Christchurch di Selandia Baru sampai saat ini masih memperbaiki sejumlah kerusakan akibat gempa berkekuatan 6,3 magnitudo pada 2011.

Bencana saat itu menewaskan 185 orang.

Baca juga: Warga panik saat gempa 5,8 magnitudo guncang Sigi

Baca juga: Kota Palu diguncang gempa bumi 5,1 magnitudo, warga berhamburan keluar


Sumber: Reuters

Penerjemah: Genta Tenri Mawangi