Kakak beradik di Tulungagung positif COVID-19

id pandemi covid tulungagung, pasien covid tulungagung, wabah corona

Kakak beradik di Tulungagung positif COVID-19

Juru Bicara Penanganan COVID-19 Tulungagung Galih Nusantoro. (ANTARA/Destyan Handri Sujarwoko)

Tulungagung (ANTARA) - Warga Tulungagung yang terkonfirmasi positif COVID-19 hingga Sabtu (23/5) bertambah tiga orang, dua di antaranya kakak beradik, sehingga total penderita virus corona baru di daerah itu tercatat berjumlah 52 orang.

"Kedua penderita ini merupakan satu keluarga asal (Kecamatan, red.) Boyolangu yang sebelumnya mengalami gejala demam disertai radang tenggorokan (pneumonia) di RS Baptis, Kediri," kata Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Tulungagung Galih Nusantoro di Tulungagung, Sabtu (23/5).

Selain kedua penderita kakak-adik berinisial RAG (23) dan RAH (15), satu lainnya yang terkonfirmasi positif adalah warga Desa Jabalsari, Kecamatan Sumbergempol berinisial MES (47).

Ketiganya saat ini dinyatakan berstatus OTG (Orang Tanpa Gejala) dan telah dilakukan tindakan karantina di Rusunawa IAIN Tulungagung.

Untuk pasien MES, Gugus Tugas COVID-19 Tulungagung telah memastikan sumber penularan berasal dari klaster tenaga medis atau pasien Ngadimuwih yang berobat di RSUD dr. Iskak yang kemudian diketahui positif corona, kemudian memicu penularan ke sejumlah tenaga medis, pasien, dan keluarga pasien yang juga menyebar di Desa Jabalsari.

Untuk pasien RAG dan RAH, Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Tulungagung masih akan melakukan penelusuran ke lingkungan kontak dekat bersangkutan, termasuk keluarganya di Boyolangu.

Tidak menutup kemungkinan, katanya, kedua kasus baru pada kakak-adik itu akan berujung temuan klaster baru.

Untuk memastikannya, tim epidemologi akan melakukan pelacakan dengan teknik epidemologi serta tes cepat COVID-19 ke lingkungan sekitar, terutama yang pernah berkontak dekat dengan RAG dan RAH selama mengalami gejala pneumonia, hingga akhirnya berobat dan rawat inap di RS Baptis Kediri.

Dia menjelaskan pasien RAG yang mengalami keluhan sakit demam pertama kali, masuk RS Baptis Kediri pada 13 Mei atau setelah tiga hari mengalami demam dan suhunya tak kunjung turun.

Yang bersangkutan kemudian berobat dan menjalani rawat jalan terhitung pada tanggal itu, disusul sang adik, hingga akhirnya hasil tes swab keluar dengan status terkonfirmasi positif COVID-19.

Hasil swab RAG dan RAH kemudian dikonfirmasikan ke Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Tulungagung, sedangkan untuk penanganan kedua remaja kakak-adik itu juga diserahkan ke Gugus Tugas COVID-19 Tulungagung karena secara klinis kondisi fisik mereka sudah sembuh sehingga dilakukan kebijakan karantina di Rusunawa IAIN Tulungagung.

Pewarta :
Editor: Riski Maruto
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar