Pekanbaru, 3/1(ANTARA)- Sejumlah pasar tradisional di Pekanbaru masih sepi pembeli pada awal pergantian tahun 2011.
Dari pantauan ANTARA di Pasar Senapelan, Pasar Arengka, Pasar Pusat, Pasa Sail dan Pasar Lima Puluh, Senin, aktivitas perdagangan belum berjalan normal. Hanya sebagian kecil pedagang yang berjualan.
Salah seorang pedagang Pasar Senapelan, Doni, mengatakan sepinya pedagang berjualan dikarenakan banyak pedagang kaki lima yang berasal dari Sumatera Utara dan pulang ke kampung halaman pada saat Natal dan Tahun Baru.
"Sekarang masih banyak yang belum balik ke Pekanbaru. Sepertinya mereka masih menghabiskan masa liburan di Sumatera Utara," jelas dia.
Biasanya, ia hanya bisa membawa uang pulang sebesar Rp250 ribu, namun pada awal tahun ini, ia hanya bisa membawa uang sebesar Rp100 ribu. Pergantian tahun, lanjutnya, tidak hanya membuat pasar tradisional sepi melainkan juga menipisnya pasokan barang kebutuhan seperti cabai merah, sayur-mayur dan lainnya.
"Hal ini dikarenakan sayur mayur tersebut berasal dari Sumatera Utara," kata dia.
Ungkapan senada juga disampaikan salah seorang pedagang lainnya Mukhtar, yang mengatakan sepinya pasokan dagangan juga disebabkan libur panjang Natal dan Tahun Baru.
"Kemungkinan besar keadaan mulai normal tiga hari lagi. Apalagi anak sekolah sudah mulai masuk pada hari ini," jelas dia.
Menipisnya pasokan, membuat sejumlah kebutuhan pokok merangkak naik seperti cabai merah yang mencapai Rp80 ribu perkilogramnya. Bawang merah yang biasanya dijual Rp15 ribu perkilogram naik menjadi Rp18 ribu perkilogramnya.
Kenaikan ini, dikeluhkan warga Pekanbaru, Yani, yang mengatakan kenaikan ini berdampak banyak terhadap biaya hidup sehari-hari.