60 sekolah SMP/sederajat numpang UNBK di SMA

id Unbk,UNBK 2019,dinas pendidikan pekanbaru,berita riau antara,berita riau terbaru

Sejumlah siswa SMPN 4 menunjukan kartu Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) saat menumpang ujian di SMAN 9, Kota Pekanbaru, Riau, Senin (22/4/2019). (ANTARA FOTO/FB Anggoro)

Pekanbaru (ANTARA) - Dinas Pendidikan Pekanbaru, Riau menyatakan sebanyak 60 sekolah SMP/MTs setempat, terpaksa harus menumpang di sejumlah SMA, untuk bisa ikut Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) 2019.

"Mereka menumpang karena sekolahnya tidak miliki komputer yang cukup untuk jumlah siswa," kata Kepala Dinas Pendidikan Pekanbaru, Abdul Jamal kepada antara di Pekanbaru, Selasa.

Abdul Jamal menjelaskan, dari yang menumpang itu, sebanyak 40 sekolah negeri, sisanya 20-an swasta.

Memang sejauh ini sekolah negeri yang minim fasilitas komputer untuk UNBK. Hal ini dikarenakan aturan kementerian pendidikan yang hanya membolehkan pengadaan dengan jumlah yang minim setiap tahunnya. Sementara anggaran pemerintah daerah juga terbatas.

"Sementara sekolah swasta mereka lebih mandiri dan mampu mencukupkan komputer UNBK," tuturnya.

Baca juga: Kerusakan server warnai hari pertama UNBK SMP di Pekanbaru

Walau menumpang, lanjut Jamal demikian sapaan awak media, pelaksanaan UNBK bagi siswa SMP/MTs di Pekanbaru berlangsung lancar. Tidak ada kendala berarti, baik peralatan maupun listrik. Apalagi sambung dia sejauh ini sudah hampir seluruh sekolah ikut UNBK, yakni ada 127 sekolah, dan hanya sedikit lagi yaitu 35 yang Ujian Nasional berbasis Kertas dan Pensil (UNKP).

"Kini 78 persen siswa SMP/MTs sudah UNBK," tuturnya.

Data Disdik mencatat, tahun 2019 sebanyak 16.011 siswa SMP dan MTs di Pekanbaru, ikut Ujian Nasional Berbasis Komputer. Sedangkan siswa yang ikut Ujian Nasional berbasis Kertas dan Pensil (UNKP) hanya mencapai 1.478.

Mereka dirinci berasal dari 97 SMP, dengan total siswa 13.127, dan 2.884 lainnya merupakan siswa dari 30 MTs.

Baca juga: Kurang komputer, mayoritas SMP negeri di Pekanbaru menumpang untuk UNBK

Pewarta :
Editor: Febrianto Budi Anggoro
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar