Delapan hektare lahan gambut terbakar di Rupat

id Pemkab Bengkalis,Karhutla rupat, karhutla bengkalis, karhutla

Delapan hektare lahan gambut terbakar di Rupat

Sedikitnya delapan hektar lahan gambut di kecamatan Rupat Kabupaten Bengkalis terbakar, foto lahan yang terbakar diambil dari udara. (Alfisnardo)

Bengkalis (ANTARA) - Kebakaran lahan gambut kembali terjadi di Kabupaten Bengkalis. Sedikitnya delapan hektare lahan

di Kelurahan Tanjung Kapal, Kecamatan Rupat, habis dilalap si jago merah. Entah siapa yang membakarnya atau mungkin terbakar sendiri.

"Jenis lahan yang terbakar ini lahan gambut. Dari semula lebih kurang dua hektar pada hari pertama, Kamis petang kemarin menjadi delapan hektare. Petugas terus melakukan pemadaman sekitar dua hektar sudah berhasil dijinakkan," ungkap Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bengkalis Tajul Mudarris, Jumat (3/7).

Dikatakannya, kebakaran lahan di Tanjung Kapal, Rupat tersebut sudah terjadi sejak dua hari. Kebakaran di Hutan Produksi Terbatas (HPT) di Perbatasan PT. Sumatera Riang Lestari (SRL) dan PT. Priatama dan dilaporkan sudah melalap delapan hektare.

Menurut Tajul, kebakaran meluas disebabkan cuaca panas dan angin kencang. Puluhan petugas baik dari BPBD, TNI, Polri, petugas pemadam PT. SRL dan PT. Priatama serta Manggala Agni terus melakukan upaya pemadaman.

"Pemadaman dibantu dari udara atauwater booming menggunakan tiga unit helikopter, " kata Tajul.

Tim BPBD Bengkalis sudah siap sejak awal untuk menghadapi kebakaran lahan yang muncul. Dimana setiap kecamatan sudah ada personel BPBD yang disiagakan baik melakukan pemantauan maupun diturunkan untuk memadamkan.

"Begitu juga tim dari kepolisian, TNI, masyarakat dan MPA yang ada di setiap kecamatan juga sudah siap. Bahkan daerah yang ada perusahaan juga menyiagakan tim untuk membantu pemadaman di sekitaran lahan mereka masing masing," tutup Tajul.

Baca juga: BMKG prediksi Riau alami puncak kemarau pada Juli dan Agustus

Baca juga: Polisi selidiki kebakaran lahan gambut di Pelalawan


Pewarta :
Editor: Riski Maruto
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar