BBKSDA Riau evakuasi ular piton kekenyangan dari Desa Api-api

id evakuasi ular piton,evakuasi satwa liar,ular piton bengkalis,bbksda riau,berita riau antara,berita riau terbaru

BBKSDA Riau evakuasi ular piton kekenyangan dari Desa Api-api

Ilustrasi-- Ular piton. (Pixabay)

Pekanbaru (ANTARA) - Tim penyelamat satwa dari Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Provinsi Riau mengevakuasi satu ular piton yang kesulitan bergerak akibat kekenyangan dari kebun warga Desa Api-api, Kecamatan Bukit Batu, Kabupaten Bengkalis.

"Ular itu memiliki panjang delapan meter," kata Kepala BBKSDA RiauSuharyonodi Pekanbaru, Rabu.

Ia menjelaskan, BBKSDA Riau langsung melakukan survei dan pengecekan setelah menerima laporan dari warga bernama Mulyono pada Selasa (22/10) mengenai penemuan ular pitonjenis Sanca bodo di kebun warga.

Baca juga: Kebakaran lahan Pekanbaru hanguskan kebun nanas, ular-ular ditemukan mati

Ular jenis Python bivittatustersebut ditemukan di Desa Api-api, yang berada di sekitar kawasan Suaka Margasatwa Bukit Batu. Reptilia dari famili Pythonidaediduga berasal dari kawasan konservasi Bukit Batu.

"Ulat piton ditemukan masih dalam kondisi hidup dengan perut menggembung, diperkirakan baru selesai memangsa babi hutan," kata Suharyono.

Tim BBKSDA Riaukemudian mengamankan lokasi untuk melakukan evakuasi ular tersebut dengan bantuan warga. Proses evakuasi mencakup penggunaan alat berat di sekitar kebun untuk membuat embung agar ular tidak kepanasan.

Baca juga: (Vidio) Heboh, Ular Menyebrang Jalan di Pekanbaru

Ular tersebut dievakuasi ke mobil dan dibawa menuju kantor BBKSDA Bidang Wilayah II Siak karena tidak memungkinkan untuk dilepaskan di sekitar kawasan Suaka Margasatwa Bukit Batu, Kabupaten Bengkalis.

"Selanjutnya diserahkan pada lembaga konservasi atau dilepasliarkan ke alam," kata Suharyono.

Ular piton memiliki kemampuan untuk membelit dan menelan mangsa yang berbadan lebih besar darinya. Namun, setelah menelan bulat-bulat mangsanya, ular tersebut kadang kesulitan bergerak dan hal itu bisa mengakibatkan kematian.

Baca juga: Layaknya Gladiator, Seorang Warga Riau Berduel Dengan Ular Tujuh Meter

Baca juga: Warga Diminta Waspadai Ular Berbisa Terkait Musim Kemarau


Pewarta :
Editor: Febrianto Budi Anggoro
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar